Berpaling lagi ke Lumia dan Windows Phone

Hampir saja Lumia 625 yang sudah 5 bulan bersama saya teronggok begitu saja. Jika masih ada gunanya mungkin sekadar sebagai pengganjal lemari. Tapi pada akhirnya perangkat buatan Nokia itu bisa tampil kembali sebagai perangkat yang punya nilai manfaat tinggi. Mau tahu cerita selengkapnya? Jangan ke mana-mana. Tetap di arifdadot.com 😆

Dulu saat baru saja memiliki Lumia 625 ini, semua kegembiraan yang dirasakan. Sukses mendapat perangkat dengan nilai tambah begitu tinggi dengan nominal “di bawah harga pasar” adalah sebabnya. Silakan buktikan sendiri build quality Nokia sebelum diakuisisi Microsoft (kabarnya, 2016 Nokia akan kembali memproduksi ponsel). Namun, karena waktu layanan email Windows 8.1 terasa kurang praktis dibandingkan aplikasi Gmail di Android rasa bosan pun mulai muncul terhadap Lumia 625 ini.

Harapan sempat tumbuh pada Windows 10 meskipun masih pada tahap technical preview. Namun karena memang bukan versi pamungkas (final), masih saja ada kekurangan di sana-sini yang membuat keengganan memakai Lumia 625 makin besar. Akhirnya, Lumia 625 ditepikan, dan aktivitas seluler dialihkan (kembali) ke Android yang sama pas-pasannya :mrgreen:

Mungkin baterai Android (saya) yang mengecewakan membuat CLBK dengan Lumia 625 ini terjadi. Sebelumnya, sempat wira-wiri di Google mencari Android terbaru dengan baterai gahar. Pilihan sudah diputuskan pada Infinix Hot Note X551 dengan mahar 1,6 juta tapi lantas berpikir ulang: kalau hanya soal performa baterai, bukannya Lumia 625 sudah mumpuni?

Dan akhirnya sekelebat perbincangan sendiri di dalam hati itu menuntun tangan ini kembali mendekap Lumia 625 penuh kehangatan *lebay. Kini berganti Android yang menganggur namun tidak pula bakal menjadi pengganjal pintu disebabkan oleh bodinya yang kurang kokoh dibandingkan Lumia 625 😆

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardot

Arif Rakhman (a.k.a ardaisme) is an English-Indonesian translator, capable of handling up to 5000 words a day on various topics and fields of interest. Shall you have urgency in translation, he can be contacted at saya@arifdadot.com for further discussion.

3 thoughts on “Berpaling lagi ke Lumia dan Windows Phone

  1. Aris

    Review: Infinix saya baterenya tahan 4 hari dalam pemakaian normal. Sebelumnya pake Moto G, subuh batere full malam udah minta charge lagi dalam pemakaian yg sama.

    Reply
  2. Pingback: Alasanku tetap bertahan dengan Lumia 625 dan Windows Phone | ARIF DADOT

  3. Pingback: Kelemahan fatal Windows Phone | ARIF DADOT

your comment here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s