Mengisi perut keroncongan di seputaran Monjali

Dalam perjalanan kembali dari Jakarta, masih ada waktu beberapa saat bercengkerama dengan kota Jogjakarta sebelum bertolak ke kota Malang. Di saat turun dari kereta Gajahwong yang berhenti sebentar di stasiun Tugu dengan perut keroncongan, hal pertama yang dipikirkan adalah mengobrak-abrik *lebay* Jl. Malioboro demi seporsi gudek atau nasi pecel.

papan nama warung Bu Bibit yang terletak di seputaran Monjali dan Taman Pelangi Jogjakarta

papan nama warung Bu Bibit yang terletak di seputaran Monjali dan Taman Pelangi Jogjakarta

Namun nyatanya tubuh yang sudah lunglai pula ini dibawa sedikit menjauh menuju perbatasan dengan Klaten. Ternyata setelah masih melewati monumen Jogja kembali yang lazim dikenal sebagai Monjali dengan Taman Pelangi-nya, mobil jemputan berhenti di sebuah warung yang menyediakan lalapan. Cocok!

Warung Bu Bibit menyediakan berbagai lauk yang ditemani lalapan. Harganya relatif mahal jika itu untuk makan sehari-hari khas anak kost.

WP_20150817_17_24_21_Pro

daftar menu sajian di warung Bu Bibit seputaran Monjali Taman Pelangi Jogjakarta

Ini karena warung Bu Bibit lebih tepat sebagai warung kongkow sesekali, mungkin seminggu sekali, atau buat yang lagi PeDeKaTe serta yang lagi siap-siap tembak *dooor* calon gebetannya :mrgreen:

WP_20150817_17_37_31_Pro

termos sebagai wadah nasi di warung Bu Bibit seputaran Monjali Taman Pelangi Jogjakarta

Warung Bu Bibit juga sangat cocok untuk mereka yang sedang kelaparan setelah menempuh perjalanan jauh. Lihat saja tempat nasinya yang menggunakan termos, bukan wadah nasi pada umumnya.

Suasana warung Bu Bibit ini pun cukup enak. Ruangannya luas, sepertinya rumah yang diubah menjadi restoran ini. Setiap meja pemesan sanggup menampung hingga 5 pengunjung secara leluasa dan lega. Warung Bu Bibit sendiri terbagi menjadi empat bagian untuk tempat makan, yaitu serambi, ruang depan, dan belakang yang masih terbagi dua lagi.

musholla warung Bu Bibit seputaran Monjali Taman Pelangi Jogjakarta

musholla warung Bu Bibit seputaran Monjali Taman Pelangi Jogjakarta

Warung Bu Bibit pun turut menyediakan mushola yang letaknya bersebelahan (tanpa sekat) dengan ruang makan bagian belakang. Warung Bu Bibit buka mulai pukul 11.00 siang hingga pukul 22.00 WIB (pukul 10 malam). Tidak perlu reservasi dulu. Pokoknya datang saja langsung masih kebagian tempat kok :mrgreen:

Untuk arah ke warung Bu Bibit, saya kurang begitu paham. Tapi ancer-ancernya setelah melewati Monjali-Taman Pelangi, ada pertigaan lalu belok kiri dan terus saja sampai terlihat papan nama Warung Bu Bibit di seberang jalan.

 

Advertisements

4 comments on “Mengisi perut keroncongan di seputaran Monjali

  1. Pingback: Yogyakarta, nagari nan unik karena super paradoks | ARIF DADOT

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s