Nyanyian sunyi si badai kesepian yang nyaring tak terdengar

Ketika Wawan Tembong dengan Yamaha MT25 sukses membetot perhatian karena sang freestyler menjadi jawara dalam ajang International Freestyle ASEAN Stunt Day 2015,  keberadaan satu sosok yang sama gaharnya semakin dilupakan. Sebelumnya sudah lebih dulu dilupakan publik, si gambot perkasa ini pernah digadang-gadang bakal meraja di segmen yang kini diduduki Yamaha MT25.

courtesy of Suzuki Inazuma 250 Indonesia Facebook Group

courtesy of Suzuki Inazuma 250 Indonesia Facebook Group

Inazuma, artinya badai, kini hanya berteman sepi. Dijauhi para blogger, didekati aksi putus asa berlabel “diskontinyu” yang sudah lebih dulu disuntik mati di India. Nasibnya persis Thunder saat ini, yang diberi nama menggelora dan mendebarkan namun kinerja penjualannya tidak segalak namanya.

Suzuki Inazuma seperti salah tempat saat ditetaskan. Punya kualitas berkendara yang luar biasa, nyatanya Inazuma tidak sukses meraup banyak Surat Pesanan Kendaraan. Bahkan diskon 10 juta pun tidak banyak membantu banyak saat makin banyak muncul motor dua silinder yang diklaim lebih superior.

courtesy of Suzuki Inazuma 250 Indonesia Facebook Group

courtesy of Suzuki Inazuma 250 Indonesia Facebook Group

Ternyata sajian yang enak dan menggugah selera tidak cukup mendatangkan pelanggan jika kemasannya kurang menarik. Mungkin Inazuma salah karena berinduk pada Suzuki yang di Indonesia belakangan ini pamornya tidak semoncer pabrikan Sunter dan/atau Pulogadung, tidak seperti dua dekade silam saat pabrikan Hamamatsu ini menempel ketat keduanya.

ilustrasi soal makan terasa enak jika sajian lezat dalam suasana yang menyenangkan

ilustrasi soal makan terasa enak jika sajian lezat dalam suasana yang menyenangkan

Publik pun sudah tidak peduli pada Inazuma. Foto-foto berisi Inazuma dalam livery baru siap kirim pun gagal memancing histeria publik, berbeda saat CB150R facelift merebak foto spyshotnya di Internet, atau Honda Sonic 150R. Publik pun tidak tertarik membahas kelanjutan Suzuki Inazuma yang mungkin saja diteruskan oleh GW250F.

Si badai menggelegak hanya terduduk lesu di lantai diler yang dingin yang dikelilingi motor-motor asing berlabel Happy atau Viar :mrgreen: Mungkin pula Inazuma hanya ditemani debu dan sarang laba-laba karena sang pemilik sedang galau menunggu calon pembeli yang uangnya bisa dipakai untuk menebus satu unit Z250 atau Yamaha-MT25 atau rela turun kelas ke CB150 facelift dengan iming-iming purna jual lebih baik.

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardot

Arif Rakhman (a.k.a ardaisme) is an English-Indonesian translator, capable of handling up to 5000 words a day on various topics and fields of interest. Shall you have urgency in translation, he can be contacted at saya@arifdadot.com for further discussion.

5 thoughts on “Nyanyian sunyi si badai kesepian yang nyaring tak terdengar

  1. Pingback: Secara Mengejutkan Suzuki hadirkan Address versi Elegant | ARIF DADOT

  2. Pingback: Mahal tapi hati tenteram atau murah tapi bikin emosi? | ARIF DADOT

your comment here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s