Kemenangan Marquez penuh barokah di Misano dan pelajaran penting untuk FBY

Seri Misano yang dihelat di sirkuit Marco Simoncelli barangkali bakal jadi satu yang akan terus dikenang. Balapan yang tuntas 12 jam lalu itu menghasilkan Marc Marquez sebagai penguasa podium pertama. Hal pertama yang layak dikenang dari balapan Misano di sirkuit Marco Simoncelli adalah Scott Redding mencatat podium perdana dalam kiprahnya di kelas para raja.

Berikutnya adalah Bradley Smith yang sukses menempatkan diri di posisi kedua. Hasil balapan Misano yang dihelat di sirkuit Marco Simoncelli menghidupkan lagi asa Marquez untuk bersaing dengan Jorge Lorenzo yang harus menahan amarahnya karena sukses ndlozzzor sehingga gagal mendulang poin dan Valentino Rossi yang harus puas finis di posisi ke-5; finis pertamanya di luar podium dalam musim ini.

Cuaca yang tidak terduga menjadikan balapan di sirkuit Marco Simoncelli begitu sulit ditebak dan karenanya drama lebih banyak terjadi. Saat mayoritas pembalap di sirkuit Marco Simoncelli putuskan mengganti dengan ban basah, tiga pembalap teratas (berturut-turut #99, #93, dan #46) terus melaju di lintasan karena alasan yang bisa dimaklumi: sirkuit belum sepenuhnya basah dan keputusan para pembalap itu masih bisa diterima tim.

Saat ban kering diputuskan digunakan lagi karena hujan entah mengapa sudah berhenti sebelum balapan tuntas, Marquez dengan patuh mengganti tunggangan, sementara duo Movistar masih berputar-putar karena melakukan PERJUDIAN. Tindakan yang sudah tegas dinyatakan keharamannya oleh bang haji Rhoma Irama nyatanya memang merugikan #99 maupun #46.

Lorenzo yang merasa sudah ketinggalan jauh dari Marquez yang memimpin balapan memaksakan diri penuh syahwat. Akibatnya, pembalap Spanyol ini tergelincir karena ban motornya belum panas. Rossi, di sisi lain, tidak sesial Lorenzo karena masih dapat melanjutkan balapan. Namun itu sudah terlambat bagi pembalap yang menjadikan balapan di sirkuit Marco Simoncelli ini sebagai balapan kandangnya. Usahanya untuk mengejar Marquez sudah terlambat. Rossi bahkan terpuruk di posisi lima di akhir balapan.

Hal berikutnya yang tidak menjadi keberkahan bagi duo Movistar adalah kepatuhan pada instruksi tim. Marquez dengan patuh menuruti instruksi tim saat harus ganti ke ban kering. Duo Movistar, di sisi lain, membandel, membangkang, melawan perintah tim, mendurhakai, akibatnya kemudian adalah seperti yang tersaji di balapan itu.

Tim tahu yang terbaik sementara pembalap hanya bisa menduga-duga. Membangkang terhadap perintah tim terkadang terlihat hebat bagi sang pembalap, tapi hasilnya bisa merugikan, seperti Rossi yang menangisi balapan kandangnya itu. Dan, seperti kata bang haji Rhoma Irama, perjudian itu haram, maka tinggalkanlah :mrgreen: Marquez, di sisi lain, meskipun tertinggal lebih dari dua poin podium pertama seharusnya percaya diri menatap balapan di sisa musim ini.

11 comments on “Kemenangan Marquez penuh barokah di Misano dan pelajaran penting untuk FBY

  1. sampai2 aku menduga si marquez sengaja minggir biar rossi di depannya, dia menunggu2 apakah duo yamaha bakal ganti mtor atau ndak, trnyata endingnya …

  2. Pingback: Mahal tapi hati tenteram atau murah tapi bikin emosi? | ARIF DADOT

  3. Pingback: Keputusan CAS yang kocak nan koplak terhadap banding Rossi | ArDa New[s]Blog

Comments are closed.