Cara Pedrosa membungkam semua penikmat paham “bad news is always good news” secara elegan

Dani Pedrosa termasuk pebalap istimewa. Bakatnya sudah diasah sejak kecil. Ditangani mantan pembalap yang mengendus bakatnya di balapan amatir, Pedrosa tumbuh jadi pembalap bertalenta yang punya karakter.

Pedrosa jago sekali dalam start meskipun berada di posisi yang tidak menguntungkan. Namun, kelemahan utama Pedrosa yang sering diekspos adalah ia enggan berduel dan cenderung main aman.

Sepanjang karirnya di kelas para raja, ia tidak pernah jadi juara dunia. Maksimal adalah “nyaris”, Pedrosa lantas identik sebagai dayang-dayang atau bemper untuk mengamankan rekan setimnya yang punya kans lebih besar jadi juara dunia.

Ini tampak saat Pedrosa ditandemkan dengan Nicky Hayden dan berpasangan dengan Casey Stoner. Pesimisme terhadap Pedrosa dalam balapan MotoGP makin memuncak kala ia kerap dibekap cedera sehingga harus beberapa kali absen balapan.

Puncak dari semua rasa iba terhadap Pedrosa barangkali adalah saat ia divonis menderita arm pump. Arm pump dapat disebut sebagai mimpi buruk pembalap motor karena menimpa otot tangan yang jelas-jelas organ penting dalam balapan.

Segera setelah berita tersebut merebak, publik motorsport yang jujur menyampaikan dukungannya kepada Pedrosa dan berharap semoga operasi yang sukses dapat mengatasi arm pump ini. Namun, sebagian besar lain berpesta seperti hyena yang menyantap mangsa secara brutal. Berita arm pump Pedrosa dipahami dengan falsafah “bad news is always good news”.

Semua bumbu ditambahkan. Semua praduga, spekulasi, prediksi dimasukkan dalam pemberitaan. Jadilah tercipta opini untuk menggiring pikiran publik motorsport bahwa karir Pedrosa sudah tamat tahun ini. Ingat, bukan hanya musim ini, tapi Pedrosa diprediksi sudah tidak bisa membalap lagi secara profesional sampai kapan pun.

Untungnya bagi Pedrosa, dia tahu bagaimana caranya membalikkan semua prediksi omong kosong yang hanya memikirkan angka dan grafik. Membalap begitu luar biasa di Aragon, Pedrosa tidak hanya menunjukkan kalau semua prediksi itu salah, tapi ia bertarung tidak seperti biasanya. Diteror Valentino Rossi sepanjang seperempat bagian terakhir balapan, Pedrosa tetap kukuh mempecundangi the doctor untuk mempertahankan posisi runner-up.

Pedrosa masih baik-baik saja dan sejauh ini memang demikian. Ketangguhan Pedrosa di Aragon sehingga berbuah podium kedua tidak berarti ia jadi penantang dalam kejuaraan ini untuk merebut juara dunia. Namun, performa luar biasanya itu jadi jawaban untuk membungkam mereka yang terbiasa dengan falsafah ” bad news is always good news”.

Advertisements

3 comments on “Cara Pedrosa membungkam semua penikmat paham “bad news is always good news” secara elegan

  1. Pingback: Salah paham soal recall R3 oleh NHTSA di Amrikiyah sono | ARIF DADOT

  2. Pingback: Kamu pesimistis kans Rossi di Valencia? Baca ini dulu tentang Lorenzo agar semangat lagi dukung the doctor | ArDa New[s]Blog

your comment here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s