Islampos ceroboh, foto editannya berpotensi besar timbulkan suudzon

Ada pepatah mengatakan kalau gambar setara dengan seribu kata. Ini karena gambar tidak membatasi setiap mereka yang melihatnya untuk membuat penafsiran sendiri-sendiri.

Tapi, kalau gambar yang sudah setara dengan seribu kata dipadukan dengan kata-kata yang terkadang menimbulkan multitafsir, akibatnya adalah prasangka buruk (suudzon) yang menjadi-jadi.

Itulah yang sedang menimpa mas Mas Sayur dan tunggangan kesayangannya. Satu unit CBR250R yang dinamai Paimo yang sehari-hari dijadikan sarana mencari nafkah dicomot gambarnya dan diberi keterangan yang berpotensi besar menimbulkan suudzon dan prasangka tidak mendasar. Lihat gambar di bawah ini.

IMG-20150929-WA0007

Honda CBR250R sebagai sarana berdagang, namun dijadikan ilustrasi untuk sebuah anjuran kebaikan yang sayangnya dapat menggiring pemikiran para pembaca puntuk suudzon

Dalam hal ini, Islampos tidak punya sensitivitas otomotif. Sensitivitas yang dimaksud adalah bahwa bukan hal yang lumrah motorsport seperti CBR250R itu dijadikan motor berjualan kebutuhan dapur (bukan berarti tidak boleh, dan untuk alasan Mas sayur menjadikan CBR250R itu sebagai sarana berjualan, silakan cek di sini.

Dan, ditambah teks keterangan berwarna merah menyala, prasangka buruk makin tajam ditujukan kepada pemilik CBR250R tersebut (kecuali mereka yang kenal baik dengan Mas sayur) apalagi karena ini disebarkan di Facebook yang tentu diakses secara bebas.

Islampos seharusnya menyadari bahwa setiap orang tanpa sebab pun seringkali jatuh dalam suudzon. Apalagi jika ditambah “bumbu-bumbu” pemicu seperti teks berwarna merah tersebut. Semoga Islampos segera menyadari kekeliruannya dan mencabut gambar tersebut dan mengajukan permohonan maaf secara terbuka.

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardot

Arif Rakhman (a.k.a ardaisme) is an English-Indonesian translator, capable of handling up to 5000 words a day on various topics and fields of interest. Shall you have urgency in translation, he can be contacted at saya@arifdadot.com for further discussion.

14 thoughts on “Islampos ceroboh, foto editannya berpotensi besar timbulkan suudzon

        1. daeng

          santai gan,nama nya manusia nggak ada yg sempurna
          masa islampos posting gambar motor kenalan ente aje sampai dicap munafik,kan lebay bos ,terlepas dari semua nya tujuan islampos kan amar ma’ruf nahi mungkar jadi kalau sampai diragukan keislaman nya kyak komen di bawah ya lebay amat bos,apalagi sesama muslim

          Reply
          1. Kobayogas

            justru menurut ay gak lebay, kalau tahu hukum islam seharusnya sebelum bertindak dia berfikir dulu apakah akan merugikan orang lain atau tidak.. sesimpel itu kok pola pemikirannya sebenarnya..

            lebih simpel lagi, posisi si om dibalik deh sebagai teman saya, reaksinya gimana?

    1. Joko

      Pertama ambil gambar tanpa ijin, itu mencuri, dan secara agama (karena yang posting ISLAMPOS) mencuri hukumannya adalah potong tangan. Serius kan?

      Kedua, kalau lihat tukang sayur pakai cbr, kita pasti berpikir, kok bisa tukang sayur pakai cbr? Terus ada kata2 “Anda gak boleh nipu”. Terus ada kutipan “seorang pedagang muslim akan dikumpulkan bersama nabi”, tidak bilang soal dapat rejeki motor cbr dsb. Kalau tiga hal ini dihubungkan, dan pasti dihubungkan karena dalam satu gambar, coba tebak, kesannya tukang sayurnya adalah… Memang tidak memfitnah secara langsung, tapi bagi orang yang tahu kalau tukang sayur itu kerjaan yang sederhana dan tahu kalau cbr itu motor mahal (rasanya hampir semua orang tahu), itu sangat mungkin menimbulkan fitnah.

      Reply

your comment here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s