Ini (bukan) sebuah kebetulan, (namun) misteri tetap selamanya begitu

Bocah-bocah alay yang bisanya hanya merengek ke orang tuanya untuk beli ban cacing atau sibuk menyuntik cabe-cabean dengan terong mereka yang masih lunak tidak pernah merasakan betapa seramnya hari terakhir di bulan September setiap tahun di negara tercinta kita ini. “Seram” di sini bukan guyonan, tapi kita yang sudah berkepala tiga tahu betul rasanya mirip uji nyali.

Mereka yang tidak kuat menonton biasanya hanya mendengar dari cerita teman-temannya di pagi hari saat berkerumun di sekolah. Saat ini, kewajiban menonton film Pengkhianatan G-30S-PKI memang sudah lama dicabut namun peringatannya tetap sama dan 30 September selalu memancing obrolan yang hangat tapi tak pernah berujung.

Disebut demikian karena jika dalam satu kelompok obrolan hal ini dibahas, maka berbagai teori akan dilontarkan. Semua pengetahuan yang pernah dibaca diajukan di forum ini. Berbagai penyudutan, juga pembelaan, sama-sama dilontarkan untuk menegaskan posisi masing-masing. Tapi pada kesimpulannya semua ini selalu berakhir anti-klimaks: siapa sebenarnya yang bertanggung jawab? siapa sesungguhnya pelaku (di balik layar)?

Situasi yang kurang lebih sama kini sedang mengemuka pula, meskipun di konteks dan ranah berbeda, dan sebenarnya levelnya tidak setara dan tidak begitu berdampak pada banyak orang. Meskipun semua di dunia ini tidak ada yang kebetulan, tulisan yang dimuat seorang blogger kondang, sebut saja juragan ROndO XD yang telah memantik kebangkitan “kenangan lama” terasa mengambil momentum hari yang “misterinya belum terpecahkan” seperti dalam prolog di atas. Mirip-mirip lagu Sepanjang Jalan Kenangan, ingatan mereka yang mengalaminya dibawa kembali ke masa-masa romantisme saat masih padu dan kompak.

Mengapa terdapat kemiripan? Tak lain karena ada sosok bernama Ayumi. Entah dari mana dia berasal, tahu-tahu muncul begitu saja dan melontarkan kritik begitu pedas. Akibatnya, gegerlah blogosphere dan mengingat isu yang diangkatnya sangat sensitif publik pun penasaran siapa sebenarnya Ayumi. Penyelidikan pun selalu buntu, bahkan jika ditanyakan langsung kepada mereka yang mengaku pernah bertemu langsung Ayumi. Soalnya mereka sendiri tidak pernah gamblang bercerita.

Peringatan tragedi 1965 akan terus mengemuka karena telah dibuat peringatan khususnya, setidaknya sampai presiden berkuasa masih memerintah. Ayumi, di sisi lain, mungkin hanya kebetulan saja kembali mengemuka. Namun pastinya Syam, yang konon agen ganda, juga Ayumi akan terus jadi misteri. Syam menghilang — entah sudah meninggal atau telah berganti identitas — dan Ayumi yang tampil perdana di internet yang serba anonim, mungkin hanya bisa direka-reka saja sosoknya, mungkin dengan meminjam tubuh tokoh komik/aktris Jepang.

Advertisements

4 comments on “Ini (bukan) sebuah kebetulan, (namun) misteri tetap selamanya begitu

  1. Pingback: Hikmahnya adalah rajin googling | ARIF DADOT

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s