Pecah untuk padu, mungkinkah?

Sepanjang perjalanan sejarah manusia, sudah banyak kejadian yang melibatkan perpecahan dalam satu entitas yang awalnya sangat padu. Perpecahan itu terkadang dipicu oleh sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu mendasar.

Sarjana teologi pasti paham betul soal berpisahnya protestan dari katolik atau Raja Inggris yang memilih berpisah dari Paus di Vatikan dan mendirikan gereja sendiri.

Mahasiswa sejarah di apapun perguruan tinggi di Indonesia (mungkin) paham kalau generasi tua Partai Komunis Indonesia berasal dari satu Sarekat Islam yang sama binaan Haji Oemar Said Tjokroaminoto.

Mereka lantas menyempal, membentuk Sarekat Islam merah, karena merasa tidak ada kecocokan dengan Sarekat Islam utama, yang memosisikan dirinya sebagai Sarekat Islam putih.

Tak jauh dari situ meskipun berjarak ribuan kilometer, kota Milan pun mengalami dualisme yang sama ketika AC Milan harus rela sebagian pengurusnya membelot untuk membentuk Inter Milan.

Sampai kini semua perpecahan, juga perpisahan, itu tetap dikenang sebagai kejadian yang tidak pernah menemukan kata “rujuk” dan masing-masing telah berdiri kokoh dengan keyakinan masing-masing.

Terkadang, di antara mereka yang menyempal itu masih terus ada benih permusuhan. Benih itu siap meledak menjadi perang jika terpicu sedikit saja. Coba lihat India dan Pakistan, atau Korea Selatan dan Korea Utara.

Barangkali perpecahan paling getir namun berujung bahagia karena kedua pihak memutuskan sama-sama rujuk adalah antara Valentino Rossi dan Yamaha. Keduanya sama-sama merendahkan ego masing-masing untuk bersama-sama mencapai kesepakatan.

Rossi butuh motor kompetitif usai masa yang suram di Ducati, sementara Yamaha harus terus merangsek di papan atas dan pengalaman Rossi dapat membantu mereka membangun motor yang tangguh. Hasilnya sudah terlihat musim ini. Keduanya begitu tangguh dan tak terkalahkan sebagai satu kesatuan.

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardot

Arif Rakhman (a.k.a ardaisme) is an English-Indonesian translator, capable of handling up to 5000 words a day on various topics and fields of interest. Shall you have urgency in translation, he can be contacted at saya@arifdadot.com for further discussion.

your comment here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s