Punya moge tidak harus bisa geser-geser?

Persaingan yang makin ketat menjadikan setiap produsen menempuh cara-cara yang dulu enggan mereka pakai. Jika memiliki moge pernah tak lebih dari sekadar mimpi kejauhan, kini moge sudah tersedia dengan harga yang terjangkau. Tentu itu juga didukung oleh kondisi perekonomian yang bersangkutan sehingga mampu membelinya. Memang moge yang dimiliki belum seperti Harley-Davidson, tapi tetap saja masih punya prestise.

Seperti namanya, moge memang berukuran lebih besar dibanding motor-motor umumnya. Ini tentu untuk mengimbangi daya dan torsi yang juga di atas rata-rata. Makanya begitu dinaiki dan dijalankan, moge bisa sama enaknya seperti naik motor bebek.

Karena kondisi ini pula sering ada pengendara moge yang kelihatannya tenggelam dalam moge yang ia tunggangi. Dalam praktiknya, si pengendara model ini juga sering kesusahan untuk menggeser-geser mogenya.

Ini lantas menimbulkan pertanyaan: Apakah pemilik moge harus bisa menggeser, juga mengangkat sendiri mogenya?
Memang punya moge itu urusannya HAM, tapi punya moge juga sebaiknya harus ada tanggung jawab ke moge itu, termasuk ya soal kemampuan mengangkat dan menggeser moge tadi.

Marx Marquez, juga Dani Pedrosa yang badannya kecil kuat mengangkat lagi motornya yang terjatuh padahal itu rajanya moge. Harusnya bisa juga pemilik moge melakukan hal yang sama.

Arif Rakhman
Professional English-Indonesian Translator
Contact:
WhatsApp 082143168889
BBM 553AA755
E-Mail arifnrakhman@gmail.com

Advertisements

2 comments on “Punya moge tidak harus bisa geser-geser?

Comments are closed.