Mengingat lagi Ahmad Dani Dewa 19, bukan bos Republik Cinta dan TRIAD

Remaja 90an pasti akrab dengan nama Dewa 19. Bocah-bocah yang lahir di sekitar tahun itu harusnya juga kenal dengan pentolan utamanya (front man). Ahmad Dhani memang melegenda di saat abad milenium sedang dijelang dan dunia digital bersama internet belum mewabah.

Saat itu kaset fisik sangat dominan. YouTube belum ada. Radio masih berjaya dan acara-acara norak di televisi belum menjamur. Saat itu tuntutan industri tidak sehebat sekarang dan para musisi bisa benar-benar fokus berkarya. Mungkin kita abaikan saja kenyataan bahwa terkadang ada selinting-dua linting yang turut membantu proses kreasi, tapi karya mereka memang keren.

Lagu-lagu Dewa 19 seperti mewakili suasana hati remaja saat itu. Sedang galau tapi tidak mau terlihat memble, dan sebaliknya, ingin tetap terlihat heroik. Makanya identitas mereka saat itu adalah rambut gondrong, selain celana sobek-sobek dan kemeja yang tidak dikancing.

Lirik lagu-lagu Dewa 19 secara khusus penuh makna, cenderung puitis dan tidak bisa langsung dipahami saat didengarkan. Mungkin itu ada hubungannya dengan kesukaan si front man membaca karya-karya Khalil Gibran, sesuatu yang belakangan dipermasalahkan beberapa pihak karena dianggap plagiarisme.

Hingga album Bintang Lima, identitas Dewa 19 sebagai band yang punya idealisme masih terjaga. Tren itu berlanjut hingga album terakhir saat itu, Republik Cinta. Republik Cinta juga menandai kiprah Dewa (19) sebagai band yang (mencoba) tidak tergerus pasar. Karena selepas Republik Cinta, industri musik mulai bergeser ke lagu-lagu yang 4L4Y dan para musisi perlahan-lahan harus menyesuaikan atau, kalau tidak, mereka yang akan tergilas.

Selepas itu, Ahmad Dhani, si front man sibuk dengan proyek-proyek sampingan dan malah melupakan Dewa. Perlahan-lahan Once pun hengkang, dan vokalis silih berganti mengisi posisinya di Dewa. Ahmad Dhani pun telah menjelma jadi bos rekaman yang perlu menelurkan lagu secepat mungkin dan direspons pasar, tanpa peduli pada kedalaman lirik dan kekayaan musikalitas.

Dewa hanya bisa dikenang di YouTube, yang ironisnya adalah media yang telah mematikan salah satu sumber pendapatan mereka, yaitu kaset fisik.

Selamat mendayu-dayu dengan Kangen, Cinta ‘kan Membawamu, Restu Bumi, Bukan Siti Nurbaya, hingga Satu 😉

Advertisements

13 comments on “Mengingat lagi Ahmad Dani Dewa 19, bukan bos Republik Cinta dan TRIAD

  1. Pingback: Kamu pesimistis kans Rossi di Valencia? Baca ini dulu tentang Lorenzo agar semangat lagi dukung the doctor | ArDa New[s]Blog

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s