Mengapa Sonic harus disunat kalau ingin si ayago beraksi tanpa batas, AHM?

Sepertinya semua yang berkaitan dengan AHM pasti penuh histeria. Mulai dari isu, bocoran, hingga klimaks pada perilisan produk, semua tahapan itu selalu mengundang rasa ingin tahu secara massal dan kolosal.

Ini tidak terkecuali dua produk terbaru yang terakhir dirilis AHM. Honda all new CB150 Street Fire dan Honda Sonic begitu memantik perhatian dan memicu trafik kunjungan yang tinggi bagi blog yang mengulasnya, menjadikannya isu paling sering dibicarakan beberapa bulan terakhir.

Begitu masifnya kampanye yang dilancarkan AHM untuk mendongkrak popularitas dua produk teranyarnya bahkan di saat belum dirilis, suasananya seperti pesaing terdekatnya, dalam hal ini, New Vixion Advance dan Satria 150 akan dengan mudah dijungkalkan.

Kenyataan yang tersaji setelah keduanya benar-benar dirilis berbicara lain. Berdalih dengan produksi yang belum optimal, termasuk distribusi yang belum merata, all new CB150 Street Fire dan Sonic nyatanya tidak selaris yang digadang-gadang selama ini. Bahkan khusus untuk Sonic, AHM mematok target yang bukan khas pabrikan Sunter itu.

Menurut tulisan berbagai pewarta yang mengutip sumber resmi, AHM hanya mematok target 11 ribu untuk ayago Sonic. Angka ini memantik perdebatan mengingat reputasi AHM di negeri ini. Sebagai pembelaan, AHM disebutkan cukup tahu diri sebagai pendatang baru di segmen ayago. Lainnya adalah soal operasi senyap bahwa pelan-pelan pun kapasitas produksi akan ditingkatkan.

Di sisi lain, mereka yang heran berargumen dengan kemampuan segalanya yang dimiliki AHM. Mereka punya fasilitas produksi ribuan unit setiap tahun. Bahkan setiap segmen konon sudah ada fasilitas produksi masing-masing. Apalagi dengan semua “huru-hara” semasa sypshot hingga resmi dirilis, hingar-bingar Sonic seperti tak ada matinya. Dan semua itu berakhir anti-klimaks dengan target berdalih “realistis”? Ini sama saja seperti Manchester City yang belanja jor-joran tapi targetnya hanya peringkat 4 di klasemen akhir.

Sepertinya Sonic memang tidak sehebat yang dihembuskan selama ini dalam banyak tulisan sebelum diluncurkan. Selain pendatang baru, berbagai variabel di motor itu sendiri belum sepenuhnya teruji. Lagipula lawan terdekatnya sangat berat untuk ditaklukkan. Satria FU dari Suzuki punya reputasi sebagai bebek super yang penjualan paling jebloknya pun 12.000 unit sebulan! Paling jeblok saja masih 1000 unit lebih banyak dari target yang dipatok untuk Sonic.

Mungkin juga karena misi utama AHM adalah menguasai segmen sport secara total, maka mengalahkan Suzuki di segmen khusus ayago belum jadi prioritas. Soalnya karena Sonic entah bagaimana dimasukkan ke dalam segmen sport, angka 11.000 tentu sudah cukup untuk main keroyok bersama trisula CBR150R, Verza dan CB150SF mendongkel Vixion saja dari takhta motorsport.

Apapun itu, terlihat kalau Sonic seperti tidak sepenuhnya serius dipersiapkan untuk bertarung berdarah-darah. Dimasukkan secara nanggung ke kategori sport dan melawan Satria FU secara pas-pasan bukan modal bagus buat Sonic. Ditambah Satria FU yang segera berbenah menggunakan mesin injeksi dan juga menggunakan suspensi upside down, kita hanya berharap Sonic tidak senasib seperti CS1.

Padahal tagline Sonic adalah beraksi tanpa batas. Bagaimana bisa leluasa menyapa setiap penggemar ayago yang mungkin sudah tidak sabar menjajal ayago baru dan bosan dengan Satria FU kalau produksinya harus dibatasi?

 

Advertisements

4 comments on “Mengapa Sonic harus disunat kalau ingin si ayago beraksi tanpa batas, AHM?

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s