Advertisements

Inilah alasan Suzuki punya kesamaan dengan Liverpool

Tak ada yang meragukan kalau otomotif bisa bersinergi dengan olahraga. Dalam sepakbola sudah umum terlihat kalau pabrikan otomotif menjadi sponsor suatu klub sepakbola, entah itu di dada jersey atau sebagai sponsor pendamping saja.

Meskipun demikian bukan berarti Suzuki telah resmi menjadi sponsor Liverpool. Faktanya pabrikan Hamamatsu itu telah menjadi sponsor Milton Keynes Dons, sebuah klub sepakbola yang berlaga di divisi I, Championship, setingkat tepat di bawah Premier League.

Kesamaan di antara dua entitas berbeda industri tapi dapat saling bersinergi adalah soal jauhnya mereka dari prestasi. Semua upaya telah dikerahkan dengan hasilnya tak pernah memuaskan. Berikut adalah rincian lengkapnya.

1. Tidur terlalu lama
Liverpool terakhir kali menjadi jawara Premier League di tahun 1990, ketika mayoritas punggawa saat ini mungkin belum lahir atau masih bocah. Namun, terkadang ada Liverpludian yang tidak mau move on dari kenyataan kalau Liverpool kini berbeda dengan dulu. Mereka tetap saja terkenang dengan kejayaan masa lalu.

Hal serupa dapat ditemukan di Suzuki. Di saat era 2-tak sudah lama ditinggalkan, mereka bersikap seakan-akan masa ini masih ada dan masih terus merasa sebagai jawara. Padahal tren sudah bergeser. Konsumen menuntut berbeda. Dan teknologi pun berkembang.

Harus ada yang berani membangunkan keduanya agar segera berbenah dan menyesuaikan dengan situasi terkini yang menuntut perubahan cepat dan dinamis, bukan bertahan di posisi yang sama sambil terus mengenang saat-saat indah di masa lampau.

2. Arah tidak jelas
Semasa menangani Liverpool, Brendan Rodgers kerap bereksperimen dengan berbagai formasi. Rodgers juga sering memindah beberapa pemain dari satu posisi ke posisi lain. Hasilnya pemain bingung dan sering merasa tidak bermain dengan pas karena bukan itu posisi yang membuatnya nyaman.

Situasi yang kurang lebih sama ditemukan di Suzuki, meskipun mungkin tidak sevariatif Liverpool. Produk yang telah tua dan berumur seperti Thunder 125 masih terus dibiarkan sementara pasar sudah menuntut sesuatu yang berbeda seperti Verza 150. Demikian pula dengan Satria Young Star yang sasarannya tidak jelas karena sudah ada Satria FU yang kadung digandrungi. Sudah begitu, bandrol Satria Young Star yang kelewat mahal menjadikan sulit menentukan arah Suzuki ke depannya.

3. Manajemen terlalu rumit
Liverpool saat ini dikelola secara unik, terdiri dari semacam konsorsium. Hasilnya adalah ada semacam dewan yang menentukan urusan operasional klub. Itu termasuk pula aspek teknis di lapangan. Jadi pemain siapa yang dibeli dan dijual harus lewat dewan tersebut (Fenway Sport Group).

Jadilah para pelatih tidak pernah leluasa dalam membuat keputusan. Rodgers, pelatih Liverpool yang kini telah dipecat, sudah merasakan itu. Kini, dengan kehadiran Jurgen Klopp yang konon tidak suka diatur-diatur dan cenderung revolusioner, Liverpludian berharap banyak ada perubahan besar di tubuh klub yang berbuah prestasi.

Bagaimana kesamaannya dengan Suzuki? Sebagian kita paham bahwa isu yang beredar mengatakan kalau untuk memasarkan produknya di Indonesia, Suzuki perlu berkonsultasi ke kantor pusatnya di Hamamatsu. Jika tidak disetujui, betapapun respons konsumen Indonesia, produk itu tidak jadi dijual.

4. Sosok revolusioner
Ketika Jurgen Klopp resmi menangani Liverpool menggantikan Rodgers, publik terutama Liverpludian langsung meletupkan asa nan kecil dan melambungkan angan setinggi mungkin. Racikannya sukses mengantar Borussia Dortmund mengangkangi Bayern Munich dua musim berturut-turut dan melaju hingga final Liga Champions 2013. Ditambah kepribadiannya yang hangat dan ekspresif serta gemar berkonsultasi dengan pemain juga penggemar, publik berharap pada titik balik positif pada Liverpool beberapa tahun mendatang.

Begitu pula di Suzuki. Awalnya pak Endro Nugroho menangani divisi roda empat. Dan setelah terbukti sukses dengan Ertiga yang membuat duo Astra ketar-ketir, pak Endro Nugroho dipindahkan ke divisi roda dua dengan harapan tangan midasnya sanggup membalikkan kondisi penjualan motor Suzuki saat ini dan ke depannya. Semoga itu tercermin di Suzuki Address dan Satria FU injeksi dengan suspensi upside down. 

Kita berharap dengan kepiawaian pak Endro Susilo menangani pasar roda empat di Indonesia dapat mengurangi intervensi Suzuki Jepang dan membiarkan Suzuki Indonesia lebih kreatif mengeksplorasi pasar domestik.

 5. Fans loyal
Meskipun kondisi saat ini begitu terpuruk, Suzuki maupun Liverpool masih punya basis penggemar yang kuat. Terkadang begitu fanatisnya mereka, kelompok ini seperti susah diajak pindah ke lain hati 😆 Itu padahal sudah termasuk perasaan mereka dikecewakan berkali-kali, tetap saja mereka setia mendukung.

Loyalitas yang kuat semacam ini dapat dimanfaatkan untuk sekali lagi mengembalikan kejayaan keduanya di percaturan bidang masing-masing: sepakbola dan otomotif.

Advertisements

About ardaisme

Full-time Translator. 5000-word translation work everyday is not sensational achievement to be proud of. Dare to give more words to me to conquer? ring my whatsspp 082143168889 or PING! me 5FAA2CB4

8 responses to “Inilah alasan Suzuki punya kesamaan dengan Liverpool”

  1. Amamoto says :

    Bedanya, Liverpoool masih punya dagangan berharga bernama Coutinho.
    Lha Suzuki? mau ngandelin Satria Fu juga udah gak lakuu :mrgreen:

  2. Helmy Subhawanur says :

    Mudah2n para petinggi suzuki membaca tulisan ini…

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s