Orang barat juga sibuk urus tetek-bengek. Ini buktinya coba baca dulu!

Dalam bayangan (mayoritas) kita yang inferior, orang barat itu terlihat superior. Jadilah kita lantas merasa minder. Apalagi dengan bahasa orang barat itu (Inggris) itu dijadikan bahasa pergaulan internasional, kita merasa seperti tak punya apa-apa untuk dibanggakan.

James McClean yang saat itu masih membela Wigan Athletic, menolak jerseynya dipasang bunga poppy seperti yang tampak di jersey rekannya di belakangnya

James McClean yang saat itu masih membela Wigan Athletic, menolak jerseynya dipasang bunga poppy seperti yang tampak di jersey rekannya di belakangnya

Acuan kita lantas berkiblat pada mereka. Karakteristik yang harus dimunculkan dalam diri kita diambil dari sifat-sifat mereka. Misalnya, logis, rasional, fokus ke hal-hal penting, dan tidak terlalu perhatian sama hal-hal kecil, remeh-temeh, tetek-bengek. 

Namun ternyata untuk urusan tetek-bengek seperti disebutkan di atas itu harus direvisi sekaligus memperbaiki diri kita bahwa bukan soal ras yang membuat seseorang unggul. Kalau kita telusuri beberapa media di sana, ternyata orang barat pun ditampilkan tidak sesempurna yang kita pikirkan selama ini.

Ketika di tengah-tengah masyarakat kita, misalnya, masih gaduh soal perlu-tidaknya presiden berkunjung ke Amerika Serikat di tengah bencana kabut asap, lantas sebagian lain menanggapinya dengan menganggap itu sebagai hal kecil yang dibesar-besarkan, ternyata di tanah Inggris pun, hal kecil pun bisa jadi besar.

Orang Inggris dikenal berpengetahuan, ilmiah, gemar meneliti. Makanya banyak dari mereka memutuskan jadi ateis. Tapi ini pun terlihat lucu ketika hal besar soal ketuhanan mereka remehkan, tapi soal bunga poppy mereka permasalahkan. Bunga poppy adalah tanda simpati kepada semua tentara Inggris yang gugur di medan laga yang diikuti pemerintah Inggris.

Bentuk simpatinya adalah memasang bunga poppy (atau replika bunga poppy) di baju/kaos/jas. Perkara tetek-bengeknya itu adalah orang yang tidak mengindahkan kebiasaan ini bakal dikecam, dihujat, jadi musuh masyarakat dan seolah-olah tidak terampuni, contohny James McClean. Padahal mereka yang menolak memasang pasti punya alasan sendiri dan itu pun harus dihormati di negeri yang mengagungkan demokrasi.

Contoh lainnya adalah soal holocaust. Di tanah yang dianggap paling demokratis, membicarakan holocaus ternyata dianggap kejahatan. Kadar kejahatannya bertambah berat kalau berpendapat bahwa holocaust itu hanyalah mitos. Memang ada korban jiwa tapi tidak sebesar seperti yang selama ini diyakini. Akibatnya, semua orang seperti berada di bawah pemerintahan diktator jika berkenaan dengan bahasan holocaust.

Advertisements

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s