Aside

Seandainya penentuan juara dunia pun harus terjadi di sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, atmosfernya tidak akan semenegangkan usai kejadian #SepangClash. #SepangClash memang telah meningkatkan antusiasme di semua peminat MotoGP — tak hanya fans ketiga pembalap yang berseteru: Valentino Rossi, Marc Marquez, dan Jorge Lorenzo. Lebih dari seminggu sebelum balapan 8 November hari ini, pengelola sirkuit Ricardo Tormo, Valencia sudah pasang tanda “Sold out” alias “ludes terjual” untuk semua tiket yang ditawarkan.

Dan di luar sirkuit, jauh di belahan dunia lainnya, mereka yang tidak bisa hadir langsung di Ricardo Tormo akan menggerombol di depan televisi masing-masing atau nonton bareng. Karena itu, Trans7 sebagai stasiun televisi resmi MotoGP di Indonesia harus mempersiapkan balapan pamungkas yang bakal dikenang luas oleh publik otomotif secara bungah pula. Tidak perlu mengadakan nonton bareng di setiap kota di Indonesia, tapi cukup hadirkan komentator yang berkualitas terbaik. 

Dalam event olahraga apapun, komentator memegang peranan penting dalam meningkatkan daya pikat sebuah tayangan olahraga. Komentator yang membosankan, gugup, tidak mampu berbicara lugas dan apa adanya, hingga tidak menguasai data dan fakta dari siaran yang ditayangkan akan membuat pemirsa pun tidak antusias menikmati tayangan olahraga itu. Padahal aslinya tayangan tersebut memang seru dan sungguh menarik. 

Begitu pula di MotoGP. Sudah setahun (atau lebih?) terakhir ini siaran MotoGP Trans7 kehilangan gregetnya. Sudah balapannya terkadang membosankan, komentatornya pun bikin pemirsa malas menonton. Itu karena komentatornya BUKAN Matteo Guerinoni. Memang Matteo ini memutuskan undur diri dari MotoGP Trans7 dan beralih jadi juri galak dan killer di acara masak-memasak stasiun TV sebelah. Tapi untuk balapan pamungkas nanti yang mungkin bakal pecah rekornya dengan pemirsa terbanyak di dunia, apakah Trans7 tetap keukeuh mendatangkan komentator membosankan yang tidak ada gregetnya, ketimbang mengajak Matteo jadi komentator tamu?

Jika Trans7 menempuh risiko enggan meminta Matteo jadi komentator (tamu) dan tetap mendatangkan komentator lain yang tidak selugas, seblak-blakan, dan semenarik Matteo, atmosfer menonton seri pamungkas Ricardo Tormo-Valencia di Trans7 bakal terasa hambar, garing. Ini karena Matteo mampu menghidupkan tayangan MotoGP dengan analisisnya yang tajam, lugas, blak-blakan, dan apa adanya tanpa takut ada pihak yang tersinggung — dan kalau memang ada, tidak terlalu merisaukannya — sehubungan dengan kehadirannya di tayangan MotoGP tersebut.

Hadirkan komentator terbaik di balapan pamungkas, Trans7!

Advertisements

7 comments on “Hadirkan komentator terbaik di balapan pamungkas, Trans7!

  1. Pingback: Kamu pesimistis kans Rossi di Valencia? Baca ini dulu tentang Lorenzo agar semangat lagi dukung the doctor | ArDa New[s]Blog

  2. Pingback: [RUMOR] Siapa Fans Spesial Yang Bakal Bertemu Rossi? | ARIFDADOT.COM

Comments are closed.