Lima Antitesis Ini Membuktikan AHM Memang Mendikte Pasar

Kalau ingin menguasai pasar, turuti maunya konsumen. Astra-Honda Motor, AHM, menyadari betul aturan tersebut. Contoh nyata jelas adalah keiritan BBM. Masyarakat lagi ketat menghemat anggaran, namun ingin tetap penuh gaya. AHM meresponsnya dengan motor injeksi PGM-FI yang kekinian. Hasilnya, laris macam kacang goreng. Namun ternyata AHM pernah sedikit “nakal”, mbalelo dari aturan di atas, keluar dari pakem “tidak mau menuruti maunya pelanggan.” Eh ndilalah, kok ya tetap laris. Konsumen mau-mau saja dengan tawaran dari AHM itu. Lima fenomena berikut jadi buktinya.

1. Skutik 125cc

Skutik 125cc dianggap boros, juga terlalu bongsor bagi beberapa kalangan. Suzuki Skywave, Suzuki Skydrive, dan Suzuki Spin serta Yamaha Xeon sudah membuktikannya. Konsumen tidak antusias menyambutnya. Anehnya, saat AHM masuki segmen ini dengan Vario 125, dinamika pasar langsung berubah. Skutik 125cc jadi euforia. Konsumen gegap gempita menyambutnya. Berpikir mesin injeksi jadi penentu, Yamaha ikut-ikutan memasang sistem injeksi terbaiknya, YMJet-FI, ke Xeon. Anehnya, hasil penjualan Xeon tidak mampu mengimbangi Vario 125, sementara trio Suzuki sudah tinggal nama XD

2. Motor bebek

Dulu pernah paling populer, kini tergusur skutik yang lebih serbaguna. Namun, bagi AHM, tidak ada alasan untuk mematikan sang raja, Supra 125. Motor bebek bagi AHM masih jadi tambang uang. Peremajaan terus diberikan, baik minor maupun mayor. Honda Supra 125, bersama Abs. Revo dan Blade, masih terus cetar membahana  di saat kompetitor sudah tidak begitu terdengar lagi.

3. Motorsport suspensi ganda

AHM pernah merasakan pahitnya kekalahan. Itu terjadi ketika si “anak baru” Vixion menjungkalkan Tiger dan MegaPro sekaligus. Satu penyebabnya adalah suspensi monosok, yang bikin motor jadi gaya dan berkelas, membuat Tiger dan MegaPro yang bersuspensi ganda terlihat “bapak-bapak” sekali. Vixion lantas jadi standar motorsport di kelas 150cc. Tapi, ketika AHM merilis Verza yang modelnya enggak banget lengkap dengan suspensi stereo, nyatanya konsumen kini menerimanya dengan baik sekali. Bahkan Verza turut berkontribusi mengantarkan AHM jadi penguasa baru kelas motorsport.

4. Lampu LED

Ketika mayoritas konsumen masih berkutat dengan lampu bohlam atau pijar, AHM mencoba melawan arus. Merilis Vario 110 FI sebagai skutik pertama di Indonesia dengan headlamp LED, langkah nyeleneh AHM ini nyatanya sukses di dua hal: dalam penjualan dan trending. Motor-motor terbaru sesudahnya harus menyertakan headlamp LED kalau mau dilirik konsumen. Yamaha NMax telah membuktikan. Soul GT pun demikian. Makin ke sini, motor/skutik seolah harus ber-LED sebagai fitur standar.

5. Velg 16 inch suspensi stereo

Soal ini sebenarnya belum terbukti karena baru sebatas rumor. Suzuki Skywave gagal total dalam penjualan, salah satunya velg 16 inch dan suspensi gandanya yang merepotkan. Tapi mungkin hanya soal waktu bagi AHM untuk membalik pandangan konsumen kalau skutik dengan velg 16 inch tidak akan laris. Kabarnya AHM akan merilis skutik SH (Super-Handling) Mode, entah bermesin 125 atau 150cc, dengan velg 16 inch, dan suspensi ganda!

Advertisements

5 comments on “Lima Antitesis Ini Membuktikan AHM Memang Mendikte Pasar

  1. semoga betul honda bikin motor beroda 16″ mau metik, bebek, batangan gak masalah. biar saya nggak kesulitan cari ban 16″

  2. Pingback: Lima Fenomena Ini Jadi Bukti AHM Pun Bisa Gagal Juga | ARIFDADOT

  3. Pingback: Permintaan Terakhir Xeon Sebelum Dieksekusi Mati | ARIFDADOT.COM

  4. Pingback: Suzuki Address Begitu Irit Petugas SPBU Akan Sangat Merindukannya | arifdadot.com | Penerjemah | Translator | Translaterjemah

Comments are closed.