Advertisements

Pabrikan Roda Dua Eropa Ibarat ‘Muslim Minum Miras’ Yang Semoga Makin Kebablasan

Ducati Sixty2 scramblerarifdadot.com – Secara default, setiap muslim diharamkan mengonsumsi miras. Baik setetes maupun menenggak, sesendok maupun bergalon-galon, pastilah itu semua diharamkan. Tapi ada situasi yang memaksa seorang muslim harus melanggar ini, yang jelas tidak dibenarkan dalam mazhab mana pun. ‘Keterpaksaan’ tersebut bisa berupa pergaulan, berwujud penghormatan rekan bisnis, atau sekadar coba-coba. Namun apa pun situasinya itu, mengonsumsi miras seperti itu tidak dihalalkan. Analogi semacam ini ternyata cocok diterapkan pada pabrikan roda asal Eropa yang belakangan ini seperti sedang mengubah haluan bisnis mereka. Seperti apa?

Sekitar satu dasawarsa silam dan bahkan lebih lama lagi dari itu, pabrikan roda dua asal Eropa mantap dengan mazhabnya. Pendekatan mereka berbeda dengan kompatriot mereka dari Asia. Motor-motor produksinya berkubikasi moge, minimal 650cc lah. Kelas 250cc, bahkan 500cc ke bawah sama sekali tidak dilirik, mungkin dianggap tidak bergengsi dan tidak bakal laris.

KTM Duke 200 in orange

KTM Duke 200 in orange

Tapi sekarang semua berubah sejak negara api menyerang. Didorong oleh perubahan konsumen yang sangat drastis, pabrikan roda dua Eropa itu pun mau tidak mau menyesuaikan diri dan terpaksa mengikuti maunya pasar: memproduksi motor berkubikasi kecil, sesuatu yang dulu jelas tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bisnis yang dulu pernah diharamkan kini akhirnya dicicipi juga karena dapat menjadi tambang emas yang baru. Tidak percaya? Coba kita simak satu per satu.

BMW G 310R

Dimulai dari KTM. Sejak Bajaj meningkatkan sahamnya di KTM, kebijakan pabrikan Austria itu akhirnya mau juga bikin motor mungil di kelas 200cc. Lahirlah KTM Duke 200 bersama sodara ‘pribumi’nya, Pulsar 200NS. Tidak mau kalah dengan kompatriotnya, TVS pun menggandeng BMW untuk transfer pengetahuan. Hasilnya, brojollah BMW G 310R.

Ducati Sixty2 scrambler

Ducati Sixty2 scrambler

Ducati pun telah mengambil pendekatan yang sama. Scrambler andalannya, Ducati Sixty2 berkubikasi 400cc dan menyasar anak muda yang periang dan enerjik. Triumph pun pernah dikabarkan akan membuat sportbike dan nakedbike berkubikasi 250cc meskipun konon akhirnya dibatalkan.

Triumph 250

Triumph 250

Produk mungil yang dulu sempat diremehkan pabrikannya sendiri pun sekarang tetap disambut penuh antusias oleh konsumen di Asia. Tak bisa disangkal kalau pasar terbesar salah satunya memang di Asia, selain Amerika Selatan. Memproduksi motor mungil bukan berarti sebuah cela, justru ini jadi jembatan untuk membantu mereka nantinya migrasi ke motor moge yang sesungguhnya. Di lain pihak, pabrikan pun bisa makin kepincut memproduksi motor mungil yang profit/marginnya dapat digunakan untuk memproduksi moge andalan mereka karena permintaan masif dari konsumen yang ingin tampil gaya dengan anggaran terbatas.

Advertisements

About ardaisme

Full-time Translator. 5000-word translation work everyday is not sensational achievement to be proud of. Dare to give more words to me to conquer? ring my whatsspp 082143168889 or PING! me 5FAA2CB4

4 responses to “Pabrikan Roda Dua Eropa Ibarat ‘Muslim Minum Miras’ Yang Semoga Makin Kebablasan”

  1. Indomoto says :

    Eropah lagi krisis ekonomi, jadi mereka berbondong-bondong cari konsumen di asia

  2. Adventuriderz.com says :

    Ngomongin cc kecil, sejak dulu KTM bikin motor kecil. Bahkan 65 cc pun ada 😜😜

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s