30 September Sebagai Hari Penerjemahan Internasional

arifdadot.com, Malang Raya – Tanggal 30 September setiap tahun selalu dirayakan sebagai #HariPenerjemahanInternasional. Pada #InternationalTranslationDay itu, setiap penerjemah di seluruh dunia itu memanfaatkan #HariPenerjemahanSejagat untuk mempromosikan profesi mereka itu. #WorldTranslationDay menjadi ajang untuk menunjukkan kebanggaan setiap penerjemah terhadap profesinya itu.

Karena itu penulis ingin memanfaatkan #HariPenerjemahanSedunia untuk sedikit curcol selama menekuni profesi penerjemah ini.

Di #HariPenerjemahanInternasional ini, khalayak umum mungkin jadi tahu seperti apa profesi penerjemah dan bagaimana pekerjaan ini dijalani. Penulis merasa kalau profesi penerjemah ini termasuk pekerjaan yang fleksibel. Bisa dikerjakan dari mana saja asalkan tersedia komputer atau laptop dan jaringan internet. Bahkan bukan hal terlarang juga kalau ada kasur di dekat meja kerja karena begitu merasa penat bisa langsung rebahkan badan di sana.

Penerjemah terkadang masih sulit dimengerti beberapa kalangan. Ini bisa dimaklumi karena saat dilanda beban kerja yang banyak, si penerjemah bisa tidak beranjak dari depan laptop. Orang di sekitarnya pun jadi bingung, penasaran namun sering hanya bisa mengintip dan membuat praduga tak mendasar.

Dalam suatu kesempatan, si penerjemah bisa begitu tegang saat bekerja. Ini terjadi biasanya karena naskah yang diterjemahkan begitu sulit. Atau, makna suatu kata atau kalimat sulit ditemukan.

Di lain waktu, si penerjemah bisa begitu santai dan rileks di depan laptop. Biasanya kalau begitu dokumen yang dihadapi sangat mudah dipahami karena sering menangani naskah serupa. Ibaratnya hanya tinggal mengetik saja 😀

Dalam proses bekerja, tidak melulu si penerjemah aktif mengerahkan kemampuan berpikirnya dalam mencari makna yang tepat. Justru kalau terlihat sedang tidak bekerja sebenarnya si penerjemah sedang berkreasi dalam mengolah kata atau membuat kata baru. Anggaplah sama seperti Sir Isaac Newton waktu sedang merenung di bawah pohon apel.

Kalau menerjemahkan suatu dokumen sudah hampir selesai, itu salah satu kelegaan si penerjemah. Memang masih ada dokumen lain yang perlu segera diterjemahkan tapi jeda semacam ini sangat penting untuk mengisi ulang semangat menerjemahkan. Jelas dalam melakoni pekerjaan apapun, harus ada semangat dan tenaga positif, penerjemah pun tak jauh beda alias sebelas-dua belas.

Rileksasi karena itu jadi hal wajib. Meskipun terlihat santai dan tidak terikat formalitas, si penerjemah bukannya bebas stres dan tekanan. Klien yang menuntut, beban kerja yang menyita waktu istirahat, dan gangguan perangkat lunak adalah sedikit dari penyebab timbulnya stres bagi si penerjemah. Tapi puncak dari semua stres yang dialami si penerjemah adalah saat listrik putus dan si penerjemah lupa menyimpan hasil pekerjaannya padahal kemajuan kerjanya sudah 95%! 😆

#HariPenerjemahanInternasional #HariPenerjemahanSedunia #HariPenerjemahanSejagat #WorldTranslationDay #InternationalTranslationDay

Advertisements

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s