Advertisements

Hidupku Di Antara Deru Roda Kereta Dan Rel Yang Beradu

arifdadot.com, Malang Raya – Hari Selasa, 27 September 2016, sudah siap di stasiun Malang. Menjelang ‘ashr, kereta BIMA yang bersiap melaju langsung ditumpangi. Tujuh jam berselang, tepatnya pukul 21.45, stasiun Yogyakarta sudah dipijak. Keluar ke arah Pasar Kembang, makan malamlah yang dituju.

Disambut hujan tanpa reda sepanjang malam jelas tak bisa ke mana-mana lagi. Menjelang tengah malam sudah harus kembali ke Stasiun Yogyakarta karena pukul 01.30 hari Rabu sudah harus kembali ke Malang. 

Dengan durasi yang hampir sama, kereta yang ditumpangi itu, kali ini Malabar, tiba di stasiun Malang pukul 09.00. Malangnya, di stasiun Solo Balapan, kabel radiatornya terbakar sehingga akhirnya menjejak lagi kota Malang telat satu jam dari jadwal.

Tak ada waktu untuk istirahat, pukul 13.30 siang di hari yang sama sudah harus berada di kereta Gajayana dengan tujuan yang sama. Dengan waktu tempuh yang sama seperti dua kereta sebelumnya, enam jam setelah kembali menjejak stasiun Yogyakarta sudah harus naik kereta yang sama menuju Malang. 

Dengan kepala yang sudah mengantuk efek dari nasi goreng di Pasar Kembang, mata ini dipaksa ini agar jangan terpejam. Menunggu kereta Gajayana dari stasiun Gambir karena itu jadi perjuangan berat. Saat akhirnya kereta Gajayana tiba dan kursi sesuai tiket ditemukan, ternyata sudah diserobot penumpang di sebelahnya. Untungnya deret kursi di depannya memang kosong dan petugasnya sangat kooperatif dan memaklumi.

Tiba di Malang di hari Kamis yang menjelang siang, perasaan ini campur aduk. Senang karena tidak perlu lagi berlarian mengejar kereta sepanjang hari. Tidur pun bakal lebih nyaman di kamar sendiri kendati kursi kereta api eksekutif memang sudah nyaman. Namun sedih juga karena promo 28.000/28 ribu harus berakhir dengan cepat. Tentu bakal merindukan saat turun dari kereta, terkantuk-kantuk di stasiun juga selama perjalanan, dan menanti kereta datang sembari menjaga agar mata tetap terjaga.

Advertisements

Tags: , ,

About ardaisme

Full-time Translator. 5000-word translation work everyday is not sensational achievement to be proud of. Dare to give more words to me to conquer? ring my whatsspp 082143168889 or PING! me 5FAA2CB4

3 responses to “Hidupku Di Antara Deru Roda Kereta Dan Rel Yang Beradu”

  1. nbsusanto says :

    asemik.. coba aku selo.. njajal argo anggrek.. 😆

    Like

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: