Apa Yang Ingin Diketahui Dari Blackberry Z10?

Bagi blogger kelas berat, yaitu blogger yang sering dapat undangan, turing minimal 3x seminggu bersama pabrikan dan/atau komunitas dan menginap di president suite, sering dipinjami motor flagship dari diler/pabrikan langsung, dan ada di daftar teratas (A-list) dalam hal launching produk otomotif terbaru dengan tiket kelas satu residence apartment dari maskapai penerbangan terbaik menumpang pesawat Airbus A380, wajib hukumnya menawarkan kepada pembaca apa yang perlu diketahui dari suatu produk yang akan direview. Tentu ini bakal disambut antusias. Tapi Blackberry Z10, siapa tertarik ingin tahu lebih lanjut?

Sistem operasi Blackberry 10 gagal mengimbangi Windows Phone, apalagi iOS dan Android. Sekarang saja, si empunya sistem operasi itu sudah menyerah, lantas beralih ke sistem operasi Android lewat Blackberry Aurora dan – nantinya – KeyONE. Jadi balik ke Blackberry Z10, apa yang menarik untuk diketahui?

Apa hebatnya layar 4,2 inci milik Z10? Resolusi memang ciamik, dipandang tak bikin mata jadi lelah, meskipun tak sebening mata air pegunungan. Tapi selebihnya? tidak dilindungi Gorilla Glass, bukan AMOLED, apalagi Super AMOLED. Dan ukurannya pun tak populer, berbeda dari kebanyakan ponsel (Android) yang standarnya (harus) 5 inci. Enak digenggam karena ukurannya masih ramah bagi tangan? iPhone lebih maknyus dan jauh lebih bergengsi, ‘kan saat ditenteng ke mana-mana?

Prosesornya jauh ketinggalan, bahkan di waktu launchingnya. Hanya bermodal prosesor dual-core ketika perangkat lain sudah quad-core. RAMnya 2 GB, mungkin maksudnya mengimbangi prosesor yang seadanya itu. Dan terbukti, saat melakukan terutama browsing dan sedikit multitasking, Z10 memang tidak kewalahan tapi perangkat cepat hangat – eufemisme 😆

Dan ditambah Whatsapp yang bakal cabut bulan depan, lengkap sudah penderitaan Blackberry Z10 sebagai perangkat yang layak ditinggalkan. Mungkin lantas terlintas di pikiran, hanya mereka yang penggemar berat Blackberry saja yang mau memiliki perangkat seperti ini.

Tidak salah tapi tidak pula sepenuhnya benar. Beberapa kalangan yang mengaku atau dikenal sebagai penggemar berat Blackberry seharusnya memilih Blackberry dengan keyboard fisik. Jadi harusnya mereka condong ke Blackberry Q10 atau sekalian Classic. Atau, bertahan dengan Blackberry 7 ke bawah, seperti seri Bold dan Curve.

Ada pula orang yang tidak fanatik dengan nama Blackberry tapi merasa berat berpisah dengan merek ikonik ini semata-mata karena kelebihan fiturnya. Bukan Blackberry Messenger, karena sejak dilepaskan ke ekosistem iOS dan Android, aplikasi ini tidak eksklusif lagi. Kelebihan tersebut ada di aplikasi email.

Kemampuan Z10 dalam mengirim dan menerima email lebih baik dibandingkan beberapa perangkat Android. Berselisih beberapa detik, aplikasi email di Z10 juga sangat simpel, tidak banyak “warna-warni” yang kadang malah suka bikin bingung. Apalagi setelah di Blackberry 10, semua aplikasi messaging termasuk email ini disatukan di Blackberry Hub, semua jadi mudah mengaturnya.

Tapi selain itu, tak ada lagi yang bisa diunggulkan dari Blackberry Z10, mungkin juga di perangkat Blackberry 10 lainnya. eh hampir lupa. Penerimaan sinyal internet Blackberry Z10 terbilang unggul dibandingkan perangkat Android. Apalagi kalau sudah di generasi 4G. Rasanya lebih wuss… wusss… Dijadikan mobile hotspot alias tethering, Blackberry Z10 ini memang luar biasa, sayang saja baterainya cuma seupil jadi harus dekat-dekat dengan colokan listrik.

Dengan semua uraian tadi, mungkin wajar kalau Blackberry Z10 dipertahankan saja. Paling tidak, kemampuan 4G-nya sanggup memaksimalkan paket 4G operator di Indonesia yang masih belum matang benar. Lumayan ‘kan buat streaming YouTube kualitas High Definition.

Advertisements

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s