Ayo, AHM, Keluarkan Kata Saktimu

Pasar bergerak sangat dinamis. Yang dulu tak pernah terpikirkan sekarang mendominasi. Dulunya dianggap boros sekarang sudah lumrah. Begitulah yang terjadi saat ini. Motor bebek yang pernah begitu praktis, irit bahan bakar, dan perawatan sangat minimalis harus mengalah dan tergusur oleh skutik. Skutik dulu pernah dianggap sangat boros, namun kini preferensi nomor satu. Sekarang skutik selalu direkomendasikan, melebihi permintaan motor bebek yang terus menurun.

Dan kini skutik kembali merasakan evolusi. Evolusi yang dulu dia sendiri ciptakan. Sekarang skutik semakin terdiferensiasi. Dulu asal tidak pakai gigi dan puntir gas, sudah cukup. Sekarang pengguna skutik ditawarkan skutik bernilai tambah lebih. Jadilah skutik sekarang tidak monton, melainkan rupa-rupa warnanya.

YIMM (d/h YMKI) yang pertama kali manisnya skutik. Tapi karena skutik juga, pasukan Pulogadung ini babak belur, dihajar kanan-kiri oleh AHM yang bermarkas di Sunter. Sekarang, YIMM mencoba bangkit lagi. Upaya ditempuh dengan menciptakan kawasan biru, masih perawan, dan belum terjamah. Nyatanya, upaya ini sukses.

YIMM melanggar “tabu“. “Tabu” yang melarang skutik jangan sampai punya dek benjol. Juga berperawakan bongsor. Suzuki sudah membuktikannya. Skywave dihadirkan hanya untuk merasakan kegagalan. Mencoba dengan Skydrive pun setali tiga uang. Mungkin memang mereknya (Suzuki) tidak disukai. Tapi tidak dengan YIMM. Lineup skutik terbarunya keluar dari pakem, tapi kini malah sukses. Yamaha Nmax, Aerox, dan terbaru Yamaha Xmax, hadir dengan dek benjol, bodi bongsor, dan handling kurang lincah untuk selap-selip. Tapi YIMM turut membekali ketiganya dengan fitur melimpah. Jadilah konsumen skutik senang-senang saja dengan produk “out of the box“-nya YIMM itu, tanpa banyak protes, apalagi demo berjilid-jilid.

Yang kelimpungan sekarang jelas AHM. Kendati tidak langsung tergerus, petingginya pasti sadar, Vario 150 cepat atau lambat bakal tergusur. Sekarang saja pangsa pasarnya terus dirongrong, kendati AHM boleh berkelit, itu berkaitan dengan komoditas yang tidak maksimal. Vario 150 dipoles dengan ban gemuk tak banyak menolong. Calon konsumen berada di persimpangan: Mau gaya dengan Vario 150 tapi dek rata identik dengan galon dan gas elpiji? Di mana eksklusivitasnya? Jadi wajar kalau MAXI series (Nmax dan Xmax) plus Aerox jadi pilihan.

Kartu as yang digadang-gadang bakal dimainkan AHM belum juga diturunkan. Honda PCX yang rumornya segera dilokalkan tak kunjung terwujud. Honda Forza yang langsung “adu kepala” (head to head) dengan Yamaha NMax tak memenuhi studi kelayakan. Jadilah Vario 150 ujung tombak yang semakin ngos-ngosan. Masih di depan tapi jaraknya terus terpangkas.

Sejatinya, AHM punya kartu truf. Mungkin tak mesti kartu pamungkas. Tapi untuk solusi jangka pendek hingga menengah, bolehlah senjata ini dikeluarkan. Masih ingatkah, kawans, beberapa tahun yang lalu, ada (mantan) petinggi AHM bilang begini,

Motor 250 cc tidak cocok di Indonesia

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan untuk menghalau keinginan para biker kala itu. Tujuannya adalah agar para biker itu mingkem saja dan lebih menikmati produk-produk AHM (kala itu) yang “adanya apa“. Berbilang tahun berselang setelah pernyataan itu dilontarkan, AHM seperti kemakan omongannya sendiri. Kini justru AHM menikmati gurihnya motorsport 250cc via CBR250RR.

Jadi begitulah. Ucapan AHM itu bertuah. Maksudnya menyetop keinginan menggebu para biker, nyatanya malah sukses menguasai pasar. Sekarang coba mantra itu diucapkan,

Maxiscooter tidak cocok di Indonesia

Siapa tahu dengan keampuhan paradoksial, artinya, kenyataan berkebalikan dengan pernyataan, AHM boleh turut menikmati manisnya kue maxiscooter yang telah dirintis YIMM. Seperti biasa, tanpa perlu repot-repot buka pasar dan bikin segmen baru. Berani dicoba? :mrgreen:

Arif Rakhman

Contact:
WhatsApp 082143168889
BBM 2AFED241

Advertisements

About ardaisme

Full-time Translator. 5000-word translation work everyday is not sensational achievement to be proud of. Dare to give more words to me to conquer? ring my whatsspp 082143168889 or PING! me 5FAA2CB4
This entry was posted in Transisi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s