Analisis kekalahan Juventus Oleh Real Madrid Di Final Liga Champions

Final liga champions yang dilangsungkan di Cardiff berakhir anti klimaks. Alih-alih penuh ketegangan hingga peluit panjang dibunyikan, pertandingan sejatinya sudah berakhir bagi kedua klub di menit ke-69. Itu setelah Cristiano Ronaldo menyarangkan gol keduanya sebagai gol ketiga Real Madrid ke gawang Gianluigi Buffon. Dua puluh menit selepas itu, Juventus semakin ngawur mainnya, membuat Madrid leluasa menggerayangi pertahanan Juventus, lebih-lebih setelah Juan Cuadrado kena kartu kuning kedua.

Kalau dilihat lebih lanjut, Juventus mendadak berubah setelah gol penyama kedudukan oleh Mario Mandzukic di babak pertama. Pemain Juventus seperti merasa pertandingan bakal berakhir dengan adu penalti dan Gianluigi Buffon jago dalam urusan tos-tosan seperti itu. Yang ada, pemain Madrid bebas melenggang menelanjangi seluruh pertahanan Juventus dengan tiga gol tambahan.

Pastilah publik bertanya-tanya, tak hanya tifosi Juventus, mengapa tim asuhan Massimiliano Allegri begitu cepat berubah: dari pressing ketat jadi begitu mudah kehilangan bola? Dari segera mengejar lawan begitu kehilangan bola jadi lunglai tak bertenaga?

Ternyata para pemain Juventus mengalami persekusi mental. Mentalitas yang mengalami persekusi menyebabkan permainan Juventus menjadi tidak fokus. Tapi siapakah pelaku persekusi hingga klub sebesar Juventus pun tak kuasa membendung aksi ini?

Lelah hati para pemain Juventus karena persekusi mental ini karena hadiah yang dijanjikan. Jika juara, setiap pemain Juventus akan diberi satu unit Ferrari! Bukan apa-apa, Ferrari yang terkenal sebagai salah satu sportcar eksotis tentu sangat boros BBM. Tentu sangat tidak ramah kantong para pemain Juventus. Karena itu, pemain Juventus sebenarnya berharap diberi mobil Audi seperti yang diberikan kepada pemain Madrid selaku sponsor resmi, yang tentu lebih irit dari Ferrari.

Akhirnya daripada stres tiap hari kepikiran BBM super boros kalau punya Ferrari, lebih baik main ogah-ogahan saja. Dan akhirnya seperti yang tersaji di Cardiff, Juventus harus takluk 1-4 dari Madrid yang disponsori Audi.

Advertisements
This entry was posted in Transisi and tagged on by .

About ardot

Arif Rakhman (a.k.a ardaisme) is an English-Indonesian translator, capable of handling up to 5000 words a day on various topics and fields of interest. Shall you have urgency in translation, he can be contacted at saya@arifdadot.com for further discussion.

One thought on “Analisis kekalahan Juventus Oleh Real Madrid Di Final Liga Champions

your comment here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s