Masih Kangen Malioboro? Lima Kejadian Ini Justru Bikin Kamu Emoh Ke Sana Lagi

Malioboro sudah terkenal ke mana-mana. Banyak orang begitu terinspirasi dengan Malioboro. Karya seni yang mengingatkan pada Malioboro pun sudah tak terhitung lagi jumlahnya. Tapi terkadang dalam situasi tertentu beberapa orang merasa cukup sekali saja ke Malioboro. Mengapa begitu? Coba simak lima hal berikut.

1. Parkir Sulit dan Selangit.

Namanya juga tempat populer, pasti banyak orang ke sana. Entah kendaraan macam apa yang dipakai, sayangnya, ruang parkirnya terbatas sekali. Pengunjung Malioboro membludak dan berjubel tapi tempat parkir kewalahan menampungnya, akhirnya tarif parkir jadi mahal. Mungkin maksudnya agar orang lebih suka jalan kaki atau pakai angkutan umum. Tapi tetap saja, tarif parkir di seputaran Malioboro termasuk mahal dan bikin kaget.

2. Kena Tembak Harga Mahal

Belum lama ini ada warung lesehan dicabut izin berjualan di Malioboro karena pasang harga tidak wajar. Tapi, harga wajar di Malioboro pun masih terasa mahal bila dibandingkan dengan daerah lain di Yogyakarta. Apalagi baru pertama kali ke Malioboro lalu pesan makan tanpa cek dulu, lantas dirasa jauh lebih mahal dibandingkan harga makanan di daerah asalnya. Yahhh mau gimana lagi? Namanya juga tempat wisata terkenal.

3. Macet. Semrawut.

Semua orang berkumpul di Malioboro. Ingin jalan-jalan. Ingin belanja. Selfie-selfie. Bebas sepanjang tidak melanggar hukum (tidak perlu disebutkan mereka yang diam-diam nyimeng 😆 ). Pejalan kaki banyak. Motor dan mobil pun sama ramainya. Belum lagi becak, bentor (becak motor), dan delman (dokar). Semua tumplek…blek…. Hasilnya ya gitu deh.

4. Dibawa ke Pusat Oleh-oleh Kurang Pas

Ada banyak toko oleh-oleh di Malioboro yang bisa dikunjungi. Di sekitar Malioboro pun suka ada yang menawarkan pengantaran ke sana. Tapi kalau belum pengalaman atau tidak punya referensi mungkin saja menemukan tempat oleh-oleh yang kurang pas. Mungkin dari rasanya, harganya, atau produk yang dijualnya “kurang Malioboro”.  makankenangan dar

5. Gagal Gaet Bule

Tak hanya wisawatan lokal, turis mancanegara juga senang dengan Malioboro. Banyak bule seliweran turut menikmati Malioboro. Situasi ini mendorong sebagian kalangan bersemangat untuk bisa berkenalan dengan mereka. Tapi bule-bule itu memang hanya ingin liburan, bukan mencari kenalan di Malioboro. Jadinya terkadang niat berteman tidak direspons dengan baik oleh mereka.

ArifRakhman

Contact:
WhatsApp082143168889
BBM2AFED241
Advertisements

About ardaisme

Full-time Translator. 5000-word translation work everyday is not sensational achievement to be proud of. Dare to give more words to me to conquer? ring my whatsspp 082143168889 or PING! me 5FAA2CB4
This entry was posted in Transisi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Masih Kangen Malioboro? Lima Kejadian Ini Justru Bikin Kamu Emoh Ke Sana Lagi

  1. st3v4nt says:

    Saya yang keturunan Jogja saja sudah males ke Malioboro, sudah terlalu sesak dan padat, paling kalau ke sana pergi ke Beringharjo dan Mirota….itupun cuma nemenin istri atau orang lain yang mau belanja ke situ.

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s