Dilema Simalakama Berdebat Dengan Tsamara Amany

Fahri Hamzah sedang gundah. Reputasinya sebagai politisi handal mungkin sedang dipertaruhkan. Bukan soal karir politiknya di partainya sendiri yang belakangan berseberangan dengannya. Namun ini soal lawan debat yang sudah biasa dihadapinya setiap hari. Bukannya takut atau khawatir, tapi lawan debatnya kali ini cukup membuatnya dalam posisi terjepit, persis seperti sepotong daging di tengah-tengah tusuk sate. 

Lawan debatnya itu bernama Tsamara Amany. Perempuan yang jadi tokoh penting dari sebuah partai baru. Tapi dari sisi biologis, mungkin Tsamara Amany lebih cocok jadi anaknya Fahri Hamzah. Oke kembali ke bagian intro di atas.

Tsamara Amany telah menjelma jadi srikandi politik. Argumentasinya menohok setiap hal yang dianggap sebuah kebengkokan begitu menyihir khalayak. Panggung pun segera diberikan kepada Tsamara Amany. Tak butuh waktu lama bagi Tsamara Amany menarik perhatian publik lantas menjadi darling atau favorit pemirsa. Alasan mereka jelas, masih belia tapi sudah berani meladeni mereka yang jauh lebih senior. Perempuan lagi. Komplit sudah.

Maka ironisnya di sinilah letak simalakama yang dihadapi Fahri Hamzah dalam acara debat. Dia bukannya takut dikalahkan. Tapi karena kondisi Tsamara Amany maka Fahri Hamzah jadi serba salah. Kalau argumentasi Fahri Hamzah ternyata patahkan semua pernyataan Tsamara Amany, bahkan hingga si perempuan menangis tersedu-sedu, apa yang bisa dibanggakan Fahri Hamzah? Sebuah kemenangan? Kemenangan melawan perempuan, makhluk yang harusnya disayang dan diprioritaskan? Ini sama saja seperti duel kontra lawan kita dalam kondisi tangannya terikat. Mau bungah macam apa jika itu terjadi?

Tapi kalau dibuat tak berkutik oleh Tsamara Amany? Mau taruh di mana kehormatan ini? Politisi senior dan kawakan kalah oleh celoteh perempuan yang tak beda jauh dari keponakannya.

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardaisme

Arif Rakhman (a.k.a ardaisme) is an English-Indonesian translator, capable of handling up to 5000 words a day on various topics and fields of interest. Shall you have urgency in translation, he can be contacted at saya@arifdadot.com for further discussion.

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s