Orang Makin Larut Dalam Riba Justru Karena Ulah Aktivis Anti-Riba

Membahas riba tentu tak bisa jauh dari teks dan konteks keagamaan. Mau bagaimana lagi, karena memilih beragama berarti harus patuh dalam aturan yang ada dalam agama. Riba pun demikian, sudah diatur lengkap dengan uraian serta peringatannya. Dewasa ini kesadaran manusia untuk jauh dari riba menunjukkan peningkatan, lengkap dengan berbagai latar belakang yang menyertai. Namun sayangnya tren yang sesaat dinilai positif nyatanya membawa dampak yang tak elok dan santun untuk dijadikan teladan.

Mereka-mereka itu yang sukses tentu dengan izin Tuhannya lepas dari jeratan riba belakangan nyinyir kepada mereka yang masih bergulat dengan riba. Kita tak tahu alasan mereka yang masih bergelut dengan riba. Di antara alasan yang sering diajukan adalah soal kepepet. Tapi mau alasan apa juga yang diajukan, tidak semestinya nyinyiran seperti itu dibuat. Boleh bangga dengan keberhasilan lepas dari jeratan riba tapi kalau lantas selanjutnya malah menyombongkan diri apalagi sampai mengejek mereka yang masih bergulat dengan riba, tentu tak elok pastinya.

Kampanye anti-riba sebagian di antaranya sudah seperti aksi bangga-membanggakan. Ini loh saya sudah sukses lepas, kira-kira begitu maknanya. Mereka yang masih berkutat dengan riba tak pelak merasa kesal, karena seperti orang yang terperosok ke dalam lubang, bukannya ditolong, malah ditertawakan dari atas dan disokorin.

Memang kalau tingkah laku aktivis anti-riba terkesan menyombongkan prestasi mereka itu, pelaku-pelaku riba malah makin jauh ke dalam praktik riba. Malah mungkin mereka merasa bangga, semata-mata untuk counter attack atas tindak-tanduk aktivis anti-riba yang tidak bersahabat itu.

Advertisements

7 comments on “Orang Makin Larut Dalam Riba Justru Karena Ulah Aktivis Anti-Riba

  1. yg sdh mninggalkan riba…silahkan itu bagus
    yg msh ngeriba jg gpp…. ada konsekuensinya
    yg mw ngajak2 mnuju surga…itu bagus
    yg nolak utk k surga jg gpp…. jgn dipaksa
    gak usah ribut2, smua demi kedamaian brsama.
    bgitu kan bro? wkwkwk

  2. logikanya aja yang dibenerin dulu…, ngeriba itu salah

    ibarat ada orang begal motor dengan alasan buat penghidupan…, trus ketangkep massa, dihakimin masal…, siapa yang salah? yang main hakim sendiri…, iya salah karena main hakim sendiri…, tapi apakah trus si begal jadi bener??, kalo si begal selamat, trus gak kapok dan karena lapar besoknya ngebegal lagi buat ngecounter attack yang kemaren ngehakimin dia?? bangga gitu? bener gitu??
    cuma orang picik yang akan bilang bahwa si begal itu keren , si begal itu makin menjadi-jadi karena dia dulu digebukin massa…, orang bijak akan bilang, si begal harus direhabilitasi, dibuka pikirannya, dikasi tau kalo ngebegal itu salah, resikonya penjara & neraka kalo gak mau tobat

    • riba karena gaya hidup jelas salah karena bukan sesuatu yang mendesak. tapi terkadang ada orang butuh makanya terpaksa berurusan dengan riba. hal terakhir ini yang jadi dasar dari tulisan ini

  3. Sepertinya blm ada bank yg murni syariah islam, cuma sampe bank syariah “aja”, gak tau ” syariah”nya siapa yg dipake…cmiiw 🙂

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s