Khusus Android: Telgam Entry Level Dengan Ponsel Flagship Ada Samanya, Tapi Beda Jauh

Khusus Android: Telgam Entry Level Dengan Ponsel Flagship Ada Samanya, Tapi Beda Jauh – Kendati sering dituding terutama oleh bapak iPhone, Steve Jobs, sebagai sistem operasi ‘pencuri’, tak bisa ditampik kalau Android saat ini merupakan sistem operasi paling populer di jagat raya. Itu saja baru memperhitungkan merek-merek terkenal macam Samsung, LG, Lenovo (termasuk Motorola), Xiaomi pastinya, Huawei, Oppo, dan Vivo. Jumlahnya bisa berlipat-lipat lagi kalau memasukkan merek-merek asal Tiongkok yang pasti kamu baru pertama kali tahu (Oppo dan Vivo saja pasti belum lama tahu ‘kan 😆 ) 

Oke. Kembali ke judul. Dan ini memang khusus Android. Sekilas orang seperti tak melihat ada perbedaan di antara ponsel ber-OS Android dengan merek yang sama. Padahal harga keduanya terpaut cukup jauh. Tentu timbul pertanyaan, apa yang menjadi pembeda sehingga harus ada selisih signifikan di antara beberapa telgam (telepon genggam) tersebut.

Untuk mengawalinya, kita mulai dari persamaannya. Sudah jelas bahwa pastinya ponsel atau telgam tersebut menjalankan OS yang sama, Android. Versi yang sama pun terinstal di ponsel tersebut. Berarti aplikasi yang dikhususkan di Google Play Store pasti bisa pula diinstal di ponsel tersebut. Namun, ternyata persamaan ini pula yang bisa juga jadi perbedaan. Nanti dibahas belakangan.

Sekarang kita bahas perbedaan. Kendati sama-sama menjalankan OS Android, tak bisa dipungkiri bahwa beberapa ponsel meskipun masih satu merek dan menjalankan OS Android, memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan utama itu ada pada prosesor. Sebenarnya, untuk konteks saat ini, menyebut prosesor untuk mengacu pada benda yang mengerjakan semua perintah yang ditujukan ke ponsel lewat sistem I/O (input/output) sudah tidak tepat lagi. Ini karena ‘otak’ ponsel yang ditanam saat ini tak hanya sekadar menjalankan perintah (input) dari user, justru ‘prosesor’ ini menawarkan fungsi kepada user untuk dimanfaatkan atau dimanipulasi.

Karena itu – dan ini menurut petunjuk bapak presiden sesuai maunya produsen ‘otak’ ponsel – ‘prosesor’ lebih tepat diganti dengan ‘System-on-Chip‘ (SoC) karena berbagai macam kemampuan yang ditawarkan untuk dimanfaatkan. Dari sini menjadi jelas kalau dua ponsel sama merek harganya bisa terpaut jauh karena penggunaan System-on-Chip yang berbeda itu.

SoC 430, misalnya, dengan SoC 835. Kendati sama-sama produksi Qualcomm dan berlabel ‘Snapdragon’, keduanya bak langit dan bumi. Tentu kapabilitas yang ditawarkan 430 tidak sebanyak dan ‘seramai’ 835. Ini juga disesuaikan dengan konsumen yang disasar bahwa pengguna ponsel SoC 430 kebutuhannya tidak terlalu banyak dan menuntut, berbeda dengan ponsel SoC 835 yang penggunanya senang eksplorasi sana-sini sehingga ditawarkan kapabilitas yang lebih luas.

Perbedaan berikutnya ada di urusan update. Android sangat berbeda dengan iOS dalam urusan update. Mungkin karena berbasis volume, update Android tidaklah sekonsisten iOS. Ponsel ‘jadoel’ iOS saja masih dapat update terkini yang juga terinstal di iPhone 7 Plus. Sementara Android entry level terima nasib saja bahwa Android yang paling baru yang terinstal maksimal hanya naik satu tingkat dari Android out-of-the-box (beberapa merek malah pasrah saja dengan Android sejak pertama kali dirilis, contohnya Lenovo Moto E3 Power harus puas dengan Android Marshmallow tanpa di-upgrade ke Nougat).

Selanjutnya soal fitur. Ini ada hubungannya juga dengan SoC di atas. Pengembang jadi punya ruang yang luas untuk berkreasi berkat kapabilitas serba guna SoC tersebut, hal yang jadi terbatas kalau diberi SoC entry level.

Bahan atau material yang digunakan jadi pembeda nyata antar ponsel sama merek. Kalau ponsel flagship material yang digunakan bersifat premium, sementara entry level, bahan plastik sudah dianggap mencukupi, atau maksimal logam “ala-ala“. Jadilah ponsel flagship semakin terlihat berkelas karena tujuannya juga mencapai kesan premium, sementara telgam entry level tak perlu tampilan mewah karena sekadar fungsi.

Advertisements

One comment on “Khusus Android: Telgam Entry Level Dengan Ponsel Flagship Ada Samanya, Tapi Beda Jauh

  1. Pingback: 2018 Kawasaki New Ninja 250 dan W175 Diperkenalkan Kepada Publik Malang Raya | arifdadot.com | Penerjemah | Translator | Translaterjemah

your comment here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s