Pesan Dalai Lama Kepada Motuba

Pesan Dalai Lama Kepada Motuba – Motuba, sebuah grup Facebook yang fenomenal belakangan ini sedang ramai dibahas. Grup yang dari namanya diduga membahas tentang serba-serbi mobil tua dan (mungkin) sudah tidak diproduksi lagi sering diprotes para anggotanya. Menurut mereka, Motuba sudah tidak motuba lagi, dalam arti banyak Out of Topicnya, melenceng jauh dari pembahasan otomotif. Mungkin kalau mengacu pada nama Motuba itu sendiri, kita akan langsung mengiyakan tanda setuju. Tapi kalau kita mau sedikit usaha mendalami Motuba lebih jauh, justru tukang protes OOT itu yang malah kontra Motuba. Alasannya?

Motuba pada zaman Facebook diciptakan dan mengalahkan Friendster, adalah sarana santai, kongkow, nongkrong. Tempat pelarian beberapa komentator blog yang merasa tergusur dengan hadirnya obrolan yang terlalu marketing-oriented di beberapa blog ternama. Akhirnya – singkat kata – setelah Motuba diresmikan, peraturannya cuma tiga: Jangan jualan, jangan SARA, jangan kisruh.

Jadi kalau misalnya di Motuba ada yang bertanya, lebih bagus odol ini atau itu ya? itu tidak melanggar tiga peraturan tadi. Foundernya pun sudah kasih arahan: Kalau tidak suka tinggalkan, kalau ingin tanggapi, ya kasih komentar. Selesai. Justru yang melanggar di Motuba malah seperti ini:

Saya punya Mobil bekas dipakai Mr. Bean dulu. Sekarang sudah langka, tidak diproduksi. Kalau saya bilang harganya (cuma) lebih murah dari motor BeAT seken, ada yang tertarik gak ya?

Tidak ditandai dengan WTS, Want To Sell, Dijual, For Sale, atau semacamnya yang menandakan secara jelas barang itu dijual. Hanya pertanyaan retoris penuh sublimasi. Toh karena ujung-ujungnya jualan, jelas ini melanggar rule Motuba tadi kendati ini mobil lama, kuna, dan klasik.

Jadi mulai sekarang bagi yang tukang maido Motuba sudah bukan motuba yang dulu lagi, coba renungi pesan Dalai Lama ini:

Pesan Dalai Lama Kepada Motuba.jpg

Kalau ada postingan yang dinilai tidak berhubungan dengan mobil tua dan klasik berikut serba-serbinya, tidak ada salahnya diperhatikan saja dinamikanya. Mungkin di antara sekian banyak komentar yang masuk, kita malah dapat pengetahuan baru. Kalau toh dari awal sudah tidak suka, sesuai arahan, tinggalkan saja. Dan kalau mau jujur mengakui, sebenarnya dari begitu banyak postingan yang dianggap tidak sesuai nama Motuba tadi, justru kita jadi tahu hal yang sebelumnya tidak kita ketahui.

Selamat menyimak dengan tekun.

 

 

 

 

 

 

Advertisements

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s