Apa Konsekuensi Yang Diterima Kalau Kepincut Motor Suzuki?

Punya motor Suzuki barangkali merupakan pilihan yang berat. Itu sulit karena harus berhadapan dengan mainstream yang begitu hebat mendera. Harus punya alasan kuat untuk memiliki motor Suzuki, karena ini tidak main-main. Jika berani punya motor Suzuki, konsekuensinya adalah harus berseberangan dengan orang-orang terdekat kita. Memang ini tidak selalu terjadi. Atau terjadi tapi dengan taraf yang mungkin masih bisa ditoleransi. Tapi faktanya adalah memelihara motor Suzuki tak ubahnya memilih “jalan berbeda” saat Orde Baru. 

Suzuki Hayate

Suzuki Hayate

Motor harus Honda adalah kesamaan cara berpikir di mayoritas rakyat Indonesia dalam hal tunggangan roda dua. Meskipun belakangan ini sebagian dari mereka sudah cukup mendapat pencerahan, faktanya adalah kalau memilih motor selain Honda hanya dianggap sekadar cari sensasi atau disesatkan. Memang mereka yang tercerahkan itu pun belum cukup mengenal Suzuki, mungkin lebih karena euforia karena GSX series telah membuat Suzuki mulai meretas asa bangkit. Mereka yang lain mungkin merasa motor Suzuki yang memang pas buat mereka secara postur atau perawakan. Karena memiliki motor Suzuki tak sama dengan ajaran terlarang, maka tak ada yang berani mencegah apalagi sampai menangkap.

Suzuki Hayate

Suzuki Hayate

Tetap saja kalau sudah berurusan dengan orang-orang terdekat, ada suara-suara tidak puas. Meskipun jelas aksi memiliki motor Suzuki sama sekali tidak berdampak pada kehidupan mereka karena komitmen dengan uang sendiri berhubung sudah bekerja, mereka itu akan reseriweuh, atau malah nyinyir. Setidaknya ada sidang keluarga menindaklanjuti keputusan yang melanggar pakem ini. Layaknya ujian skripsi, argumen harus diajukan dan dipertahankan hingga akhirnya keluarga luluh juga mau mengerti.

 

Namun mungkin karena pergaulan bebas semakin tak terkendali di forum komunitas motor Suzuki, “reaksi” persidangan keluarga ternyata tidak menyurutkan keinginan sebagai respons terhadap interaksi di forum dunia maya tersebut. Akibatnya, “dosa” kedua harus dibuat. Misalnya kepincut dengan Suzuki Address. Awalnya berhulu pada review subyektif yang sering ditambahi puja-puja untuk menjustifikasi keputusan membeli. Tapi kalau coba sendiri di dealer Suzuki terdekat keinginan untuk memiliki malah semakin meluap, salah siapa? Salah gue? Salah teman-teman gue?

Kali ini orang-orang terdekat semakin reaktif. Bisa saja diputus pacar, dipunggungi istri (beruntung kalau justru istri yang menganjurkan), sampai dikucilkan keluarga. Mungkin juga teman-teman menjauh (atau kalau justru punya pengaruh besar, mereka yang bakal hijrah ke Suzuki Address). Tapi karena sudah dewasa, jadi pasti sudah maklum setiap keputusan ada risiko, ada konsekuensi, karena Jawa riding yang berkualitas adalah kunci.

SUZUKI ADDRESS TITANUM SILVER

Tidak diajak bicara. Dikucilkan. Dianggap tidak penting. Mungkin itu sederet konsekuensi yang semakin berat yang harus ditanggung. Konsekuensi dari sebuah pilihan independen. Sebuah pilihan yang didasarkan riset mendalam dan obyektif, bukan sekadar opini yang dibentuk dari penggiringan orang-orang di sekitar kita. Karena itu, sangat menarik ditunggu jika setelah memilih Hayate dan Address sebagai tunggangan harian, pilihan berikutnya masih dijatuhkan pada motor Suzuki, misalnya Burgman/Skywave 180, konsekuensi irasional apalagi yang harus ditanggung?

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardaisme

Arif Rakhman (a.k.a ardaisme) is an English-Indonesian translator, capable of handling up to 5000 words a day on various topics and fields of interest. Shall you have urgency in translation, he can be contacted at saya@arifdadot.com for further discussion.

8 thoughts on “Apa Konsekuensi Yang Diterima Kalau Kepincut Motor Suzuki?

  1. Marfuah MM

    Tapi fiturnya itu lho gan versi indo dikurangin si address gak ada sss & GSX R gak ada absnya padahal tinggal naikin harga 1 / 2 juta kan gak masalah bagi kami konsumen.

    Reply

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s