Jangan Mau Ditipu Marquez, Ini Pembalap Suka Sekali Bohong!

Jangan Mau Ditipu Marquez, Ini Pembalap Suka Sekali Bohong – Gelaran MotoGP hampir mencapai klimaksnya musim 2017 ini. Jika sirkus MotoGP sudah dibawa ke tanah Malaysia ke sirkuit internasional Sepang, itu tandanya MotoGP hampir berakhir dan pemenang segera ditetapkan, jika memang dari pertengahan musim belum ada pembalap yang poinnya mustahil terkejar. Untuk musim 2017 ini sendiri, peta persaingan sudah tampak jelas sejak Grand Prix Le Mans usai. Situasi perebutan gelar juara dunia 2017 semakin terang tatkala pembalap yang bersaing mengerucut pada Marc Marquez dan Andrea Dovizioso, yaitu usai gelaran Twin Ring Motegi. 

Di Grand Prix Malaysia di sirkuit internasional Sepang, Marquez sejatinya hampir tak terkejar lagi. Hasil di Philip Islands-lah penyebabnya. Berharap makin menempel Marquez, Dovizioso kenyataannya malah tergelincir begitu jauh dari posisi 10 besar. Hal tentu menguntungkan Marquez yang jarak poinnya semakin melebar layaknya jembatan Suramadu. Memang hasil kualifikasi Grand Prix Malaysia di sirkuit internasional Sepang menempatkan Marquez pada posisi kurang menguntungkanPole position sendiri direbut oleh Dani Pedrosa. Sementara itu, Dovizioso sebagai pesaing terdekat Marquez cukup beruntung ada di podium terakhir di belakang Johann Zarco. Marquez sendiri ada di posisi tujuh, sebuah posisi yang jauh dari ideal. Hal itu diamini sendiri oleh Marquez.

Tapi siapa yang mau percaya kalau Marquez akan menunda perayaan juara? Atau, kita bisa bilang, siapa yang percaya kalau Marquez akan tetap bernasib seperti itu (di P7 atau bahkan lebih buruk) hingga balapan berakhir? Dengan motor yang mungkin sekarang lebih jinak dari anak domba, seperti pengakuan bocah Kurri Kurri, tak sulit bagi Marquez untuk melesat ke depan dan bahkan menjejak podium pertama. Ingat, Marquez tidak butuh juara di Sepang untuk mengunci gelar juara dunia. Asal tidak ndlozzzor, Marquez langsung juara dunia kalau bisa podium dua. Dan kalau Dovizioso lebih sial lagi, misalnya begini begitu, Marquez bisa langsung juara dunia jika finis dengan dapat poin.

Tapi sekali lagi, dengan motor yang boleh dibilang paling superior, Marquez jelas tidak akan mudah dikangkangi begitu saja. Jadi kalau mengharap Marquez meraih hasil akhir balapan sama seperti pengakuannya usai kualifikasi di P7 ini, yaitu hasil yang buruk, itu terlalu naif, apalagi bagi kalangan penggemar MotoGP yang rutin menyimak dari awal balapan di Qatar sampai sekarang di Sepang.

Mungkin yang akan membatalkan perayaan kemenangan juara dunia Marquez di Sepang adalah Dorna itu sendiri. Bisa saja dengan merancang sebuah plot yang melibatkan Marquez ditendang dari motornya dalam suatu pergulatan memperebutkan posisi tertentu, ini akan menjadi perkara berbeda. Jika itu yang terjadi tentu balapan seru sampai akhir musim di Valencia bakalan berlangsung layaknya musim 2015.

Tapi apakah Dorna mau mempertaruhkan reputasinya sebagai promotor MotoGP? Tentu ini adalah sebuah dilema. Dorna tentu berharap perebutan juara dunia 2017 berlangsung sampai Valencia, jangan stop di Sepang saja. Memang asa itu sempat muncul usai Twin Motegi. Tapi hasil buruk Dovizioso di Philip Islands itu “mengacaukan” keinginan itu. Persaingan sampai Valencia jelas akan menarik minat pemirsa begitu meluas layaknya musim 2015.

Tapi jika itu terjadi, reputasi Dorna akan tercoreng. Jadi sekarang kita hanya bisa berharap Marquez memang dikalahkan secara fair. Atau jika Tuhan berkehendak, tergelincir tanpa cedera berarti, yang penting tidak dapat poin satu pun. Maka jika skenario alamiah seperti ini yang terjadi, Dorna bakal tersenyum paling lebar. Karena rating MotoGP melonjak drastis tapi dengan cara yang wajar.

Bagaimana pun juga, Marquez berpeluang paling besar besok!

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardaisme

Arif Rakhman (a.k.a ardaisme) is an English-Indonesian translator, capable of handling up to 5000 words a day on various topics and fields of interest. Shall you have urgency in translation, he can be contacted at saya@arifdadot.com for further discussion.

6 thoughts on “Jangan Mau Ditipu Marquez, Ini Pembalap Suka Sekali Bohong!

  1. Asisten HaiSayang

    Bahasanya jurnalis koran lampu merah.

    Si anu tititnya diemut.kucing
    Muncrat, tapi kucing ga hamil hamil
    Kucing gugat cerai.. ditolak hakim
    Hakim kejebur got ngajak kodok berhubungan intim tertangkap basah kali ohok ohok

    Reply

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s