Maksiat Hati Reuni 212 Lapangan Monas

Maksiat Hati Reuni 212 Lapangan Monas – Dua Desember dalam kalender Masehi mungkin tidak menandai suatu hari penting. Tapi dua Desember dalam setahun terakhir begitu ramai dibicarakan dan menghiasi pemberitaan mainstream. Dilanggamkan (stylized) dalam bentuk ‘212’, dua Desember punya arti penting bagi sebagian kalangan.

Sekarang, Dua Desember sudah lewat. Kegiatan reuni yang digemakan pun sudah berakhir. Tampaknya masyarakat pun sudah kembali melakoni rutinitasnya. Kendati demikian, kita bisa yakin bahwa ada sedikit negativitas yang mungkin masih tersisa meskipun Dua Desember sudah berlalu.

Memang, para peserta sangat tertib. Mereka pun konsekuen. Kebersihan dijaga. Ketertiban pun dipelihara. Lapangan Monas yang jadi arenanya terus rapi sepanjang hari itu sampai sekarang. Tapi kekurangan yang dimaksud di sini adalah soal hati. 

Mereka yang setahun lalu bersemangat mengikuti Dua Desember sekarang tak bisa lagi mengikuti kegiatan serupa. Apa pun alasannya, semua itu sudah digariskan Tuhan. Namun yang menjadi maksiat hati adalah peserta yang mengikuti Dua Desember tahun ini berburuk sangka pada mereka yang sejujurnya memang punya ‘udzur syar’i.

Dalam situasi politik yang ketat seperti tiga tahun terakhir, apa pun bisa timbul menjadi kecurigaan di antara dua kubu yang berseberangan. Jika kamu tidak bersama kami, berarti kamu bersama mereka. Mereka yang setahun lalu masih bersama sekarang harus absen sedikit banyak akan dicurigai telah menyeberang ke kubu satunya.

Tapi hati memang lemah. Mudah tergelincir. Mudah terbolak-balik. Kendati sudah ada arahan untuk tidak berprasangka buruk, sering sekali hati itu terjatuh dalam dugaan negatif yang belum terbukti benar. Tapi memang kalau tidak begini bukan manusia namanya. Tapi manusia juga yang mampu menyadari kesalahannya dan meninggalkan kesalahan itu.

Advertisements

One comment on “Maksiat Hati Reuni 212 Lapangan Monas

  1. Pingback: 2018 Kawasaki New Ninja 250 dan W175 Diperkenalkan Kepada Publik Malang Raya | arifdadot.com | Penerjemah | Translator | Translaterjemah

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s