Tahun Yang Berat Bagi Honda

Tahun Yang Berat Bagi Honda

Honda punya alasan untuk mengawali segalanya dengan optimisme tinggi. Mereka sudah terkenal mumpuni, pernah merajai kompetisi, dan dianggap sejajar dengan pabrikan lain. Jangan lupa, kolaborasi mereka yang sukses dengan salah satu tim tradisional di F1 jadi alasan utama Honda memasuki kompetisi dengan rasa percaya diri meluap-luap.

Tapi itu semua sayangnya tak pernah keluar dari angan-angan semata. Yang tersaji dalam kenyataan begitu jauh berbeda, 180 derajat. Semua optimisme itu sirna seperti musim panas setahun disingkirkan hujan sehari. Masalah silih berganti datang melanda Honda. Dan semua masalah itu tak pernah jauh dari tiga hal: reliabilitas, power yang ngedrop, dan perbaikan yang lamban.

Tiga masalah utama menjadikan semua pihak yang terlibat dalam kongsi Honda begitu frustrasi. Dari pembalap hingga kru mekanik pun sama geramnya tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Kebobrokan performa Honda dan buruknya daya tahan mesin Honda coba ditutup-tutupi dengan bahasa diplomatis dan optimistis, tetap saja tak mampu menyembunyikan fakta sebenarnya di lapangan.

Akhir musim 2017 kemarin, Honda dan mitra kongsinya, McLaren, telah memutuskan untuk berpisah lebih cepat dari kontrak yang disepakati. Keputusan yang diambil itu menjadikan Honda tetap ada di lintasan F1, namun akan menyediakan mesin bagi tim Toro-Rosso, yang dapat dianggap tim B-nya Red Bull. Sementara itu, McLaren, yang tak punya pilihan lain karena Mercedes dan Ferrari jelas tidak mau memasok mesin, memilih Renault sebagai pemasok mesinnya.

Tiga tahun terakhir dalam lintasan F1 sudah menjadi tahun penuh cobaan bagi Honda. Jelas, reputasi Honda tercoreng-moreng di sini. Honda pernah merajai lintasan F1 bersama McLaren awal ’90an. Kini, mereka harus mengembalikan citra yang terlanjur rusak itu. Di sirkuit MotoGP, Honda boleh mengangkangi kompetitor, tapi di lintasan F1, mereka tak ubahnya tim medioker F2.

Kongsi dengan Toro-Rosso akan menjadi pertaruhan Honda selanjutnya. Bisakah mereka bangkit, mengingat budaya Toro-Rosso yang sedikit lebih santai jadi harusnya untuk melakukan perbaikan tidak se-njelimet saat masih dengan McLaren, ataukah mereka makin tersungkur dikangkangi tim-tim lain?

Musim 2018 akan menjadi pertaruhan Honda.

Advertisements

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s