Review 10 Meter Yamaha Aerox R

Dalam kesempatan menghadiri HBD ke-6 Jatimotoblog yang telah lewat tiga minggu yang lalu, ada momen langka yang tidak semua orang bisa mengalaminya :mrgreen: Peristiwa tersebut adalah bertemu dengan Yamaha Aerox R dan berkesempatan untuk mengendarainya sendiri. Dalam sesi test ride yang super singkat itu, seperti apa kesan selama mengendarainya?

Yamaha Aerox R ini merupakan generasi pertama. Seperti yang sudah diketahui secara luas, Yamaha Aerox R ini punya ciri kasat mata yang sangat khas, yaitu adanya tabung suspensi belakang berwarna emas. Selain itu, Yamaha Aerox R ini diberi cakram depan yang berbeda dari dua tipe Aerox lainnya. Yamaha Aerox R memiliki cakram depan yang bergelombang.

Pertama yang bisa langsung dirasakan adalah posisi duduk. Saat di atas jok Yamaha Aerox R, posisi duduk yang bisa dirasakan adalah tegak. Ditambah dengan jok yang ada undakan di bagian tengah, kita seperti dipaksa harus duduk tegak, bukan rileks. Kaki menapak sempurna, meskipun jok Yamaha Aerox R ini cukup lebar. Busa jok juga nyaman, tanpa ada rasa bokong langsung menyentuh rangka jok. Jangkauan tangan ke setang masih dalam taraf yang besar, dalam arti tidak perlu sampai harus memaksakan diri dengan sedikit menunduk khas pembalap MotoGP.

Selanjutnya saat menggeber motor. Yamaha Aerox R saat pertama kali dinyalakan sudah tidak berisik. Kita bahkan harus meyakinkan diri bahwa motor sejatinya memang sudah menyala dan siap digeber. Putaran awal Yamaha Aerox R ini tidak terlalu dalam. Artinya sedikit saja puntir gas, motor sudah langsung bergerak. Dalam pemakaian sepanjang kurleb 10 meter, hal yang bisa dirasakan adalah raungan mesinnya halus. Handling Yamaha Aerox R pun tidak sulit kendati bodinya termasuk besar dibandingkan skutik lain yang katanya enak buat selap-selip. Untuk berbelok patah pun, Yamaha Aerox R tidak menghadirkan kesulitan yang berarti sehingga masih gampang dikendalikan.

Sekarang coba bandingkan dengan motor lain. Kebetulan beberapa bulan terakhir, tunggangan sehari-hari adalah Suzuki Hayate, jadi itu yang akan diperbandingkan dengan Yamaha Aerox R.

Untuk posisi duduk (ergonomi), Yamaha Aerox R dan Suzuki Hayate tidak jauh berbeda. Jok lebar, kaki ngangkang merupakan sedikit dari kekhasan ergonomi Yamaha Aerox R dan Suzuki Hayate. Kalau dibilang Yamaha Aerox R lebih racy sehingga duduknya kurang rileks, mungkin itu karena ada bantalan di jok Yamaha Aerox R sehingga tidak bisa memundurkan bokong. Tapi Suzuki Hayate pun kendati jok saat ini tidak ada undakan, duduk lebih ke belakang pun tidak bisa santai karena dek depan tidak ada pijakan kaki untuk selonjor.

Lanjut ke responsivitas. Dalam aspek ini, Yamaha Aerox R menang jauh dari Suzuki Hayate. Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu kelemahan mendasar Suzuki Hayate adalah putaran awal. Sangat berat. Berbeda dari Yamaha Aerox R yang begitu enteng. Dengan catatan, keduanya dalam kondisi setelan pabrik, belum ditambahi part-part khusus.

Soal handling pun keduanya berbagi kelebihan (atau bagi beberapa orang mungkin kelemahan). Sama-sama mudah dikendalikan, tidak merepotkan, tidak bikin canggung kalau ingin selap-selip. Tapi perasaan seperti ini sangat subyektif karena tiap orang pun sudah berbeda posturnya.

Kita tidak bisa bilang Yamaha Aerox R menyalin Suzuki Hayate dengan menambahkan logo garpu tala milik Yamaha tapi kedua skutik ini punya banyak kesamaan. Itu kalau dari penampilan. Urusan puntir-memuntir gas, Yamaha Aerox R tidak mesti unggul, tapi mampu mengakomodasi mereka yang terbiasa dengan skutik responsif sejak putaran awal.

Pasti, baik Yamaha Aerox R maupun Suzuki Hayate akan sangat menyulitkan kita kalau urusan beli galon air.

Advertisements

6 comments on “Review 10 Meter Yamaha Aerox R

    • burgman 180 dong :mrgreen:

      *Butuh penerjemah? * *Atau dokumen Anda ingin diterjemahkan? * *Langsung kontak*: Arif Rakhman Professional English-Indonesian Translator Contact: *WhatsApp klik me * *BBM DADOT_8*

      On Mon, Jan 8, 2018 at 3:17 PM, arifdadot.com | Penerjemah | Translator | Translaterjemah wrote:

      >

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s