Honda PCX lawan Yamaha NMax

Percaya Itu Pada AHM, Jangan PCX 150 (2018)

Percaya Itu Pada AHM, Jangan PCX 150 (2018) – Barangkali Honda PCX saat pertama kali diluncurkan merupakan kendaraan (skutik) terobosan. Dalam arti, bodinya yang kompak itu menjadi alternatif bagi mereka yang merasa maxiscooter kebanyakan pada saat itu memang terlalu besar. Namun juga ideal bagi mereka yang mendamba kendaraan skutik yang cukup besar dengan postur tubuh mereka namun tetap bisa bermanuver lincah di jalan raya. Karena saat skutik pertama kali diperkenalkan kita melihat ada dua kutub ekstrem skutik yang berbeda: kalau tidak berdimensi mungil demi mengejar kelincahan manuver, bodinya pasti ‘raksasa’ agar nyaman dan tetap tenang selama dikendarai. Honda menggabungkan dua kebutuhan itu dan jadilah PCX, saat itu bermesin 125cc.

PCX, yang merupakan akronim/singkatan dari Personal Comfort Xaloon ternyata memang menjadi sebuah alternatif yang memuaskan. Sesuai namanya, posisi berkendara yang lega telah menghadirkan kenyamanan selama melaju di jalanan, baik dalam keseharian menempuh jalanan dalam kota atau keluar dari keramaian pusat kota menuju jalan panjang lurus terbentang di luar kota. Segera saja, Honda PCX menjadi standar berkomuter jika itu menggunakan skutik.

Honda PCX tidak ada masalah sama sekali. Kecuali di Indonesia. Bukan soal teknis. Melainkan hal-hal berhubungan dengan kepemilikan Honda PCX. Singkatnya, harga Honda PCX di Indonesia masih sangat mahal. Ini karena Honda PCX tidak diproduksi lokal di Indonesia, masih utuh didatangkan dari negara asalnya – awalnya Thailand, belakangan Vietnam. Astra-Honda Motor sebagai pemegang lisensi produksi motor merek Honda di Indonesia belum tertarik melokalkan Honda PCX karena pertimbangan permintaan konsumen. Dulu dan tentu sampai sekarang, konsumen AHM mayoritas masih berkutat dengan skutik-skutik mungil AHM, semisal BeAT, Scoopy, dan Vario.

Hingga beberapa saat, Honda PCX yang selalu saja menghasilkan review positif di setiap generasinya hanya bisa menimbulkan rasa iri di hati sebagian biker Indonesia. Keinginan kuat untuk merasakan kenyamanan serupa mobil saloon yang dihadirkan Honda PCX harus musnah dengan larangan kuat untuk memilikinya. Tak lain karena harga ritelnya yang bisa dianggap di luar nalar dan mindset #MendingMending (contoh, mending skutik ini, mending dipakai buat beli itu, mending ini, mending itu).

Pendulum mulai berubah arah tatkala Yamaha Indonesia secara mengejutkan merilis skutik andalan terbarunya, Yamaha NMax. Yamaha NMax mendobrak tradisi yang kadung mengakar di sebagian biker Indonesia. Kini skutik lokal tak harus mungil agar gesit. Yamaha NMax hadir sebagai maxiscooter dan lebih mengagetkan lagi, punya banyak fitur advanced yang tidak ada di skutik yang lebih dulu beredar. Tak butuh waktu lama untuk Yamaha NMax segera meraup popularitas. Karena mereka yang selalu memendam ingin untuk memiliki Honda PCX sudah mendapat alternatifnya. Ini karena harganya hampir 50% lebih murah. Dapat maxiscooter yang nyaman tapi mindset #MendingMending masih boleh diterapkan karena masih ada sisa dana tunai yang awalnya dipakai untuk menebus Honda PCX.

AHM bisa dibilang terlambat merespons kehadiran Yamaha NMax. Tapi jelas itu lebih baik ketimbang tidak sama sekali. Karenanya, demi menjawab kebutuhan pasar, AHM akhirnya terpaksa menghadirkan juga Honda PCX yang dilokalkan, tak lain untuk menjegal Yamaha NMax. Tapi setelah itu, apakah berarti Honda PCX 150 (2018) yang baru saja dirilis resmi oleh AHM dan diproduksi langsung oleh AHM di pabriknya di Cikarang memang menjawab kebutuhan sebagian biker terutama mereka yang sedari awal Honda PCX diluncurkan memendam keinginan untuk bisa meminangnya? Belum tentu.

Rilis resmi Honda PCX 150 (2018) yang untuk pertama kalinya diproduksi lokal oleh AHM telah memicu euforia yang luar biasa. Sebagian kalangan meyakini bahwa Honda PCX 150 (2018) akan meneruskan tradisi AHM bahwa semua segmen akan disapu bersih. Dengan kata lain, Honda PCX 150 (2018) ini tidak akan butuh waktu lama untuk menggusur bahkan mendepak Yamaha NMax yang telah bercokol menguasai segmen maxiscooter di Indonesia (karena memang tidak ada pesaing sama sekali).

Tapi kita jangan lupa satu atau beberapa hal. Honda PCX 150 (2018) ini bukanlah produk benar-benar baru seperti Yamaha NMax. Melainkan merupakan produk adaptasi dari produk yang telah lebih dulu ada. Dengan kata lain, karena tuntutan biker Indonesia dan juga kompetisi yang makin ketat, Honda PCX 150 (2018) pun hadir sebagai produk yang dilokalkan. Berikutnya adalah kebiasaan AHM dalam hal produk adaptasi seperti Honda PCX 150 (2018) ini.

AHM sudah beberapa kali, sebelum Honda PCX 150 (2018) ini, melakukan adaptasi produk. Yang mampu penulis ingat adalah Honda CBR150R. Awalnya didatangkan secara utuh dari Thailand. Tentu seperti biasa dengan banderol yang luar biasa sulit dijangkau. Namun karena kebutuhan pasar dan mengimbangi kompetisi, Honda CBR150R pun dilokalkan. Setelah itu, Honda CBR150R lokal ini pun tak terhindarkan untuk dibandingkan dengan Honda CBR150R impor utuh dari Thailand. Hasilnya, keseluruhan kualitas Honda CBR150R lokal masih sulit mengimbangi dan di bawah Honda CBR150R impor utuh dari Thailand. Tentu perbedaan harga yang lebar bisa menjadi parameter bahwa Honda CBR150R impor utuh Thailand memang kualitasnya jauh di atas Honda CBR150R lokal.

Karena itu, tahan ekspektasimu dalam menyambut Honda PCX 150 (2018). Atau paling tidak, sebaiknya kamu tahan ekspektasimu. Jaga pula agar euforiamu tidak setinggi-tingginya atau begitu meluap tak terbendung. Karena bisa jadi blunder bagimu sendiri jika ternyata Honda PCX 150 (2018) tidak seperti yang dibayangkan layaknya Honda PCX 150 impor utuh.

Belum pernah test ride Honda PCX 150 (2018) tapi sudah berani “memvonis”?

Betul. Kalau belum ada pengalaman sebelumnya, tidak patut membuat penilaian. Tapi ingat pula kebiasaan AHM. AHM dalam hal produk global yang dilokalkan selalu berdalih dengan menyiratkan pernyataan kurang lebih seperti ini

kami tidak mau mengecewakan pengguna yang telah lebih dulu membeli produk seperti ini

Honda PCX 150 impor utuh dari Vietnam saat ini dijual kira-kira 42 juta. Harga Honda PCX 150 (2018) termahal adalah 30 juta. Selisih 12 juta bukan angka yang sedikit. Jadi kalau Honda PCX 150 (2018) dibuat dengan kualitas setara Honda PCX 150 tapi dengan 12 juta lebih murah, harusnya pemilik Honda PCX 150 impor utuh dari Vietnam mendapatkan cashback senilai 12 juta tersebut.

Akhirnya, sebagai win-win solution agar semua tidak merasa diperlakukan tidak adil, Honda PCX 150 (2018) dihadirkan dengan pengalaman berkendara yang feelingnya setelah menaikinya itu seperti

seperti tidak naik Honda PCX 150 saja.

Ini berbeda dari Yamaha NMax. Karena sebagai produk benar-benar baru, Yamaha NMax tidak perlu diperbandingkan dengan generasi sebelumnya, karena memang tidak ada. Jadi kalau misalnya suspensinya keras memang seperti itu defaultnya. Kualitas berkendaranya sangat nyaman, berarti dikerjakan dengan sangat presisi.

Jadi dalam hal ini, Honda PCX 150 (2018) tidak hanya harus berhadapan dengan Yamaha NMax untuk segera dikalahkan. Tapi Honda PCX 150 (2018) juga harus mengalahkan image yang telah dijejakkan oleh Honda PCX 150 impor utuh. Belum lagi soal kesan bahwa Honda PCX 150 (2018) ini sebenarnya 11-12 dengan Honda Vario 150.

 

 

Advertisements

3 comments on “Percaya Itu Pada AHM, Jangan PCX 150 (2018)

  1. saya masih menanti review resmi dari member jatimotoblog.. tidak bijak kalo hanya mendengar selentingan2 minor yang mulai bermunculan.. 🙂

    tapi masa AHM mo tipu2 kitorang dengan da pu nama besar itu kah?

  2. Build Quality nya jauuuuh bangd dengan PCX Thailand. Plastiknya tipis, gembung kesannya kopong. Depan ngejeber kegedean. (temen kantor ambil yg warna emas)

  3. Pingback: Banyak Orang Yakin PCX Pasti Laris Manis, Tapi Mengapa Harus Dengan Drama? | arifdadot.com | Penerjemah | Translator | Translaterjemah

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s