Mengapa Saya Akhirnya Lebih Memilih Yamaha NMax Daripada Honda PCX?

Tinggi badan saya sebetulnya bukanlah yang ideal untuk mengendarai motor. Terkadang saya harus berusaha lebih keras agar kedua kaki bisa menapak sempurna ketika standar samping motor tidak diturunkan. Tapi lebih sering yang terjadi adalah hanya satu kaki saja yang sukses menapak di tanah, menyisakan kaki satunya terasa menggantung di sisi satunya.

Saat ini saya menggunakan skutik mungil sebagai kendaraan operasional sehari-hari. Situasinya bertambah parah bagi saya karena skutik kecil terasa semakin tidak nyaman dikendarai. Saya pikir saya harus segera melakukan upgrade ke skutik yang lebih besar. Beruntung karena saat ini di pasaran, maxiscooter atau skutik bongsor makin banyak tersedia. Tapi itu pun menjadi masalah karena berarti keputusan yang akan saya buat tidak akan mudah, berbeda ketika dulu Yamaha NMax pertama kali dirilis tanpa ada kompetitor sama sekali.

Yamaha Nmax 155

Saat ini memang baru Yamaha NMax dan Honda PCX yang tersedia bagi mereka yang menginginkan maxiscooter. Harga kedua produk ini pun tidak terpaut jauh karena memang ditujukan untuk kelas dan segmen yang sama. Tapi saya lebih concern kepada Honda PCX ketimbang Yamaha NMax.

Saya tidak terlalu intens mengikuti perkembangan otomotif Indonesia tapi setahu saya, Honda PCX ini hasil pelokalan versi global yang beberapa tahun sebelumnya diimpor secara utuh (pertama dari Thailand, selanjutnya Vietnam) dengan harga yang sangat premium (untuk tidak menyebut overpriced, karena sejatinya pricing sudah melewati beragam pertimbangan yang telah dipikirkan matang).

Yamaha Nmax Blue

Yamaha Nmax 155 model 2018 diperkenalkan eks karesidenan Kediri Madiun

Jadi dengan harga (koreksi) PCX saat ini, tampaknya ada yang sudah dikorbankan. Tidak perlu rumit memikirkannya. Dari 42 Juta dipangkas menjadi 30 Juta Rupiah tak mungkin kalau produknya akan tetap sama. Berbeda dengan Yamaha NMax bahwa maxiscooter Yamaha itu bukan hasil pelokalan. Yamaha NMax murni dikembangkan dari awal. Dan karena basis produksinya di Indonesia harganya bisa ditekan. Kita bisa menduga harganya semakin ditekan karena turut memenuhi pasar ekspor luar negeri. Dengan kata lain, Yamaha Nmax adalah kualitas global harga lokal. Jadi kalau harga sekarang terasa lebih mahal dibanding pertama kali dirilis, itu murni bagi kalangan awam adalah hukum permintaan (Yamaha NMax adalah maxiscooter terlaris saat ini).

Berikutnya adalah soal gimmick. Rasanya saya memandang perlu bahwa tiap motor perlu ada jargon atau slogan yang bisa menggerakkan calon pembeli segera menebusnya. Saat ini tiap motor sudah lekat dengan jargon masing-masing. Yamaha pernah terkenal dengan YMJet-FI dan kini Blue Core. AHM dari dulu terkenal dengan PGM-FI. Namun Yamaha NMax menghadirkan sesuatu yang radikal, berbeda dari Honda PCX.

tabung suspensi emas Yamaha Nmax Blue

tabung suspensi emas Yamaha Nmax Blue model 2018 eks karesidenan Kediri dan Madiun

Masih mengusung mesin Blue Core, Yamaha NMax turut menghadirkan teknologi VVA. Ini adalah gimmick yang saya suka. Meskipun tidak langsung dimengerti, VVA kurang lebih berarti mesinnya sudah pintar menentukan kapan harus boros, kapan harus irit. Kira-kira VVA ini sudah seperti teknologi mesin mobil, misalnya VVT atau VVTi. Setidaknya punya dua huruf ‘V’ :mrgreen:

Di lain pihak, Honda PCX seperti asal injeksi. Masih mengusung mesin yang sama, PGM-FI, dan tidak dibedakan dari sesama skutik mungil AHM lainnya, semisal BeAT atau Vario atau Scoopy. Memang ada pembeda bahwa masing-masing punya spesifikasi teknis sendiri-sendiri, tapi pada intinya mengusung mesin yang sama. Terasa kurang keren mengingat Honda PCX bisa dibilang menempati piramida teratas sebagai skutik flagship.

Kembali hal berbeda ditampilkan Yamaha NMax. Fitur VVA Yamaha NMax telah menjadikannya begitu mewah, padahal Yamaha NMax ini bukan flagship, hanya masuk keluarga maxiscooter. Kalau mau ultimate scooter nya Yamaha, ada Yamaha XMax yang fiturnya semakin canggih.

Jadi, karena dihadapkan pada mesin yang sama, harga sama, dan di segmen yang sama pula, saya pikir akan lebih condong pada Yamaha NMax sebagaimana uraian di atas. Tentu keputusan subyektif akan makin ditantang oleh beragam ulasan yang disajikan oleh pengguna Yamaha NMax yang sudah lama memiliki skutik ini.

 

Advertisements

3 comments on “Mengapa Saya Akhirnya Lebih Memilih Yamaha NMax Daripada Honda PCX?

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s