Semoga Pedrosa Bernasib Seperti Raikkonen

Hari-hari terakhir ini diramaikan bukan oleh aksi Marc Marquez menjajal mobil formula1. Segala keriuhan tersebut sebaliknya bersumber dari satu orang, yang sebenarnya tidak menonjol, tapi punya peran yang begitu signifikan sepanjang berkarir di lintasan MotoGP. Orang itu adalah Dani Pedrosa. Pengumuman Pedrosa dengan HRC untuk menempuh jalan berbeda usai musim 2018 nanti menjadi headline dan menghiasi banyak pemberitaan media online.

Pedrosa adalah pembalap yang loyal. Seluruh karir MotoGP-nya dihabiskan hanya bersama HRC – hingga nanti di musim 2019 ketika dia bersama tim baru. Selama 13 musim yang penuh pengabdian dan loyalitas, Pedrosa sayangnya belum sekali pun mencicipi gelar juara dunia bersama HRC. Bandingkan misalnya dengan Casey Stoner. Atau malah Marquez sendiri, yang loncat dari Moto2 bisa langsung jadi juara dunia.

Karena itu, langkah Pedrosa dan HRC mengumumkan mereka sepakat berpisah jalan selepas musim 2018 ini menjadi peristiwa heboh yang tak terduga. Bagaimana seorang pembalap yang bisa dilihat sebagai kesayangan tim sebesar HRC pada akhirnya menempuh jalan yang berbeda. Peristiwa Pedrosa ini mengingatkan pada perpisahan yang pernah dilakoni Kimi Raikkonen bersama Mc-Laren Mercedes saat itu.

Raikkonen termasuk awet bersama Mc-Laren Mercedes. Pembalap kedua McLarenMercedes berganti-ganti tapi Kimi tak tergantikan. Mulai dari David Coulthard sampai Juan Pablo Montoya silih berganti Raikkonen tetap di McLaren-Mercedes. Ironisnya, kedua pembalap ini bernasib sama. Bertahan di tim yang sama, mereka tak sekali pun jadi juara dunia, hanya sebatas nyaris dan nyaris (runner-up). Hebat bagi Raikkonen, begitu dia melepaskan diri dari kontrak dengan McLaren-Mercedes untuk pindah ke Ferrari, dia langsung jadi juara dunia.

Kemujuran itulah yang diharapkan berlaku juga pada Pedrosa – meskipun kemujuran bukan faktor dominan dalam balapan MotoGP. Setidaknya, kita berharap saat Pedrosa menemukan tim barunya, suasana baru yang menyertai bisa membantunya merasa lebih nyaman dalam menyetel motor tunggangannya sehingga tidak hanya cepat di lintasan tapi juga mampu dikendalikan dengan baik sembari memaksimalkan potensi motor tersebut.

Di atas motor apa pun itu, saat Pedrosa mendapatkan tim barunya, semoga betul dia langsung jadi juara dunia – tak apa-apa jadi juara dunia sekali seumur karirnya, misalnya langsung pensiun usai jadi juara dunia 2019.

Advertisements

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s