Indikasi Pelemahan Kompetisi Di Balik Mega Transfer Lorenzo

Orang-orang akan dengan mudah berpikir bahwa mega transfer Jorge Lorenzo ke tim Honda Repsol tak lain hanyalah melemahkan kompetisi. Dua pembalap tangguh dalam satu tim yang sama, dengan motor yang bisa dianggap paling kencang saat ini di lintasan MotoGP adalah sebuah mimpi buruk bagi kontestan lain. Marc Marquez sudah nyaman dengan RC213V sementara Lorenzo bisa mengembangkan motor yang biasa menjadi mesin yang bengis, hal yang sudah dia buktikan selama berada di garasi Yamaha.

Dengan Marquez seorang diri melaju di atas Honda Repsol, musim ini sudah berjalan mulai terasa membosankan. Hanya crash atau tergelincir saja yang menimpa Marquez yang akan menjadikan balapan terlihat menarik, persis seperti yang tampak di Mugello kemarin. Sekarang ditambah dengan Lorenzo yang punya skill balap yang smooth namun mematikan – tidak agresif seperti mendiang Marco Simoncelli tapi efektif dan efisien dalam mengendarai motor.

Memang tidak otomatis keduanya akan dominan saat sudah berjalan musim 2019 kelak. Banyak rookie yang bisa saja mengganggu keduanya. Pabrikan dan konstruktor lain pun sama bertekadnya untuk menghasilkan motor yang kencang dan pembalap yang cepat. Tapi mungkin hanya soal penyunatan tenaga motor RC213V saja yang sanggup menjegal Marquez dan Lorenzo agar kelak tidak melaju lebih kencang.

Di samping persaingan lintasan yang berpotensi dilemahkan dan berjalan timpang, matinya kompetisi pun berpeluang menimpa brand sponsor. Saat ini Jorge Lorenzo memiliki sponsor pribadi minuman energi, Monster Energy. Usai mega transfer itu diumumkan secara resmi, harusnya Lorenzo segera berganti sponsor personal.

Ini karena Honda Repsol, tim Lorenzo selanjutnya, disponsori oleh RedBull, produsen minuman energi juga, yang berarti menjadi kompetitor Monster Energy. Dengan kata, Lorenzo turut dibajak dari Monster Energy ke RedBull. Lagipula, hampir mustahil kalau entah Lorenzo atau Monster Energy itu sendiri tetap keukeuh logo Monster Energy terpasang terus di wearpack dan livery motor Lorenzo kelak.

Hal terakhir ini pun turut mengindikasikan bahwa kuat dugaan gaji Lorenzo yang masih fantastis itu bisa saja dibayarkan oleh RedBull, asalkan mau meninggalkan Monster Energy dan berpaling ke RedBull. Ini sangat mungkin mengingat sebelum mega transfer ini menyeruak, rumor berkembang bahwa Lorenzo rela gajinya dipotong drastis asalkan bisa terus membalap di MotoGP.

 

Advertisements

One comment on “Indikasi Pelemahan Kompetisi Di Balik Mega Transfer Lorenzo

  1. Pingback: Antara Nokia 1 Dan Honda Forza 250 | arifdadot.com | Penerjemah | Translator | Translaterjemah

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s