Anti Calo Karena Kepepet

Anti Calo Karena Kepepet Di antara urusan tersier yang sekarang sudah naik statusnya menjadi kebutuhan primer adalah kepemilikan Surat (atau Kartu?) Izin Mengemudi. Setiap hari permohonan untuk mendapatkan SIM, entah itu SIM A atau SIM C, atau keduanya, terus menggunung, menyebabkan dalam beberapa kejadian kelangkaan stok bahan baku material. Karena dirasa sudah menjadi kebutuhan, hampir semua pemohon memutuskan untuk mengambil jalan pintas, yaitu mengakali prosedur kepemilikan SIM, sehingga tidak perlu melalui tahap yang dianggap paling berat dan selalu menggagalkan. Biasanya itu ujian praktik. 

Mungkin saat ini, semua pemohon sudah patuh dan tertib. Itu tak lepas dari jerih payah kepolisian sendiri yang berupaya memulihkan citranya. Sudah bukan rahasia lagi kalau di antara mereka yang menawarkan bantuan jalan pintas adalah orang dalam kepolisian sendiri. Namun sejak operasi tangkap tangan digelar dalam gerakan reformasi di tubuh POLRI baik masyarakat sebagai pemohon maupun oknum kepolisian sudah tidak berani lagi memilih jalan pintas tadi.

Namun ketika berusaha untuk tertib dan jujur ternyata tidak semanis yang dibayangkan. Ujian praktik adalah momok seram yang menghantui setiap pemohon. Tingkat kesulitan yang dihadirkan dirasa terlalu berlebihan karena dalam berkendara di jalanan secara langsung, hal-hal seperti angka 8 hampir tidak pernah ditemui. Namun untuk urusan ini, POLRI tetap bergeming, tetap melibatkan tingkat kesulitan untuk bisa dilewati kalau ingin mendapat SIM C baru.

Lucu juga mengenang pengalaman sendiri saat berupaya mendapatkan SIM C. Waktu itu kena razia dan setelah diperiksa ternyata SIM C yang dimiliki sudah kedaluwarsa, otomatis harus bikin baru dengan semua persyaratan dan prosedur yang harus dilewati. Saat itu, POLRI belum berbenah, menyerahkan semuanya kepada mekanisme pasar. Artinya di mana ada kebutuhan di situ ada penawaran. Di mana para pemohon menginginkan jalan pintas, maka akan ada calo yang dengan senang hati membantu.

Waktu itu, ongkos calo sangat tinggi, bisa mencapai 5x lipat untuk SIM C dibanding harga yang tertera di papan petunjuk. Saat itu, cek kesehatan Rp.10.000. Ongkos pembuatan SIM C Rp.75.000. Jadi alasan utama untuk bersikap tertib BUKAN untuk membantu POLRI berbenah, atau memaksa POLRI mengadakan reformasi. Ini semua murni soal ekonomi, biar bisa irit banyak 😆

Yang diketahui saat itu hanyalah bahwa akan ada dua ujian: ujian tulis dan ujian praktik. Agak kikuk juga karena di antara begitu banyak pemohon, cuma seorang diri saja melakoni ujian tulis. Kelar ujian tulis yang ternyata dianggap lulus, petugas lalu bersiap untuk mengadakan ujian praktik khusus untuk satu orang pelit ini :mrgreen: (karena tidak mau berbagi pada sesama 😀 )

Namun, mungkin karena bertepatan di hari Jum’at dan saat itu sudah menjelang shalat Jum’at, atau entah ada pertimbangan lain, termasuk petugas yang kasihan pada peserta malang ini, ujian praktik ditiadakan begitu saja dan malah langsung diarahkan untuk segera foto untuk langsung SIM C jadi. Proses tersebut tuntas dengan SIM C yang baru sudah di tangan ketika orang-orang sudah bersiap-siap ke masjid untuk Jum’atan.

Sama sekali tidak tahu apalagi terpikir bahwa kalau ujian praktik gagal, harus kembali lagi 2 minggu kemudian (saat itu satpas SIM masih berlokasi di Kepanjen, bukan Singosari, tapi intinya sih sama jauhnya 🙂 ). Mungkin kalau tahu akan kembali lagi 2 minggu kemudian jika gagal, perlu berpikir ulang juga untuk menempuh sesuai prosedur, dan mempertimbangkan menggunakan calo (dengan harga yang sangat gila itu).

Sekarang mendapatkan SIM C yang baru cukup dengan perpanjangan 5 tahunan yang prosesnya jelas tidak serumit seperti membuat SIM C dari awal. Senang juga rasanya kalau POLRI sudah kembali konsekuen dengan aturannya sendiri yang dibuat. Namun sedih juga kalau terkadang di tengah upaya berbenah, masih terselip cerita-cerita soal kecurangan yang di antaranya dikoordinir (tidak sekadar terlibat) oleh oknum POLRI.

Advertisements

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s