Laga Terakhir Memang Selalu Menegangkan

Sebenarnya tidak hanya sepakbola. Kompetisi apa pun kalau sudah menyisakan laga terakhir dengan persaingan ketat, yang tersisa hanyalah ketegangan tanpa tarik napas.

Musim 2015 MotoGP termasuk kompetisi yang tidak akan mudah dilupakan. Di sana, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo bersaing ketat sampai balapan Sepang. Situasi semakin pelik dan dramatis saat Rossi disanksi di balapan pamungkas. Seri Valencia di musim itu memecahkan jumlah rekor pemirsa terbanyaknya, karena orang ingin menonton hasil akhir. Karena tidak ada menang mutlak.

Begitu pula Liga 1 GoJek Bersama Bukalapak. Sementara papan atas dua tim masih bersaing ketat – PSM Makassar dan Persija Jakarta – papan bawah pun bukannya tanpa ketegangan. Malah lebih seru sebenarnya. Lima tim, ya lima, bersaing ketat agar bisa bertahan di Liga 1. Tapi lima tim itu juga berupaya keras agar tidak degradasi.

Poin minimal agar tidak degradasi adalah 40. Sriwijaya FC, Perseru Serui, Mitra Kukar, PS Tira, dan PSMS Medan belum dapat poin 40, maksimal baru 39.

PSMS Medan bahkan baru 37 poin tapi punya 1 pertandingan lebih banyak lawan PS Tira. Kalau menang, PSMS Medan langsung aman.

Di pertandingan akhir masing-masing klub, PSMS Medan bertandang ke PSM Makassar. Mitra Kukar harus lawan Persija Jakarta sebagai tim tamu. Sriwijaya FC juga harus jauh-jauh ke Kanjuruhan meladeni Arema FC. Dan Perseru harus terbang ke stadion Mandala melawan saudara tuanya, Persipura. Serta PS Tira dijamu tuan rumah Borneo. Siapa punya kesempatan lebih besar?

Sebelum bahas peluang masing-masing, ketegangan semakin bertambah karena adanya isu suap. Di antara tim yang rawan degradasi, ada yang mengaku ditawari sesuatu dengan balasan mengalah di laga terakhir sehingga tim tersebut terdegradasi.

Memang kalau melihat peluang masing-masing tim, sebagian dari mereka harus berjuang keras, sebagian lagi harus mengalah. Di atas kertas, laga-laga yang melibatkan tim besar pasti dengan mudah dimenangkan mereka. Jadi Arema FC dan Persipura serta Persija dan PSM masing-masing mendapat poin penuh. Apakah itu berarti Sriwijaya, Perseru, dan Mitra Kukar otomatis tersingkir? Karena itulah laga terakhir bakal berlangsung seru.

Namun karena sudah dibayangi isu suap, tampaknya pertandingan terakhir nanti mungkin terlihat kurang greget. Kalau penonton sudah terpantik dalam pikirannya asumsi atau prasangka -dalam hal ini isu suap tadi- ketegangan sesungguhnya dalam laga tersebut jadi sulit dinikmati.

Advertisements

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s