Apakah Berurusan Dengan Samsat Menyebalkan Dan Melelahkan?

Satu hal yang menumbuhkan begitu banyak aksi calo adalah konon berurusan dengan samsat begitu ribet dan boros segalanya. Pengalaman penulis mengurus mutasi keluar mungkin menegaskan sebagian asumsi tersebut. Tapi kalau kita bisa memperbaiki beberapa sektor, mungkin berurusan di samsat terasa seperti kegiatan normal.

Tak bisa dipungkiri jasa pengukuran samsat menjamur karena waktu (juga tenaga) yang harus dicurahkan begitu banyak. Ini BENAR! Kondisi lalu lintas untuk menuju kantor samsat adalah biangnya. Mungkin di kota yang kendaraannya belum begitu padat sehingga macet bukan hal yang biasa, menuju samsat bukan masalah. Tapi coba lihat di kota-kota pulau Jawa.

Anggapan kedua adalah ribet. Capek. Rasanya seperti dipingpong. Petugasnya tidak sinkron satu sama lain. Membingungkan. Tanda pengenalnya tidak jelas. Dan semua keluhan lain. Sekali lagi, itu BENAR! Tapi kalau bisa mengantisipasi, tidak akan seperti itu.

Contohnya, cek fisik. Kita harus tahu kalau bayar pajak tahunan tidak perlu cek fisik. Sebaliknya, kalau sudah 5 tahunan, maka kita harus sudah tahu di mana lokasi nomor mesin (nosin) dan nomor rangka (noka). Beberapa motor produksi lama punya nosin dan noka yang tersembunyi, harus sedikit bongkar motor. Nah kalau sudah paham hal ini, kita sudah antisipasi dengan bawa peralatan bongkar motor sendiri dari rumah. Jadi begitu petugas cek fisik bertugas, kita langsung sigap bongkar motor untuk gesek nosin dan noka. Begitu pula untuk dokumen dan arsip.

Keluhan berikut soal dipingpong. Ini juga BENAR tapi bisa diminimalisir bahkan dicegah kalau tahu caranya. Bukan dengan suap atau gratifikasi, tapi cukup kenali situasinya. Seperti cek fisik tadi. Harus tahu harus gesek noka dan nosin jadi harus tahu adanya di mana di kendaraan (termasuk kalau harus bongkar). Nah agar tidak terasa seperti dipingpong, kenali dulu lingkungan samsatnya. Ketahui di mana loket-loketnya, kasir-kasirnya, termasuk tempat fotokopi. Lalu jangan malu tanya-tanya. Berarti ketahui di mana meja layanan pelanggan. Di kasus samsat kota Malang, meja petugas layanan pelanggan tidak sulit ditemukan. Dan posisi serta tanda pengenal loket dan kasir semuanya tidak sulit dikenali dan ditemukan.

Jadi intinya untuk saat ini berurusan dengan samsat hanya menguras waktu. Ini bisa dimaklumi karena berjubelnya warga yang mengurus kendaraannya di hari yang sama. Kira-kira proses paling cepat, datang pukul 07 pagi selesai jam 08 pagi. Ini memperhitungkan petugas perlu memeriksa, lalu mengetik, lantas dicetak, kemudian distempel, dan akhirnya dirapikan lagi dan diserahkan. Itu baru untuk satu orang :mrgreen: Soal lapar apalagi sampai pingsan, persiapkan dari rumah. Kalau perlu bawa bekal. Tapi harusnya di sekitar samsat pasti pada warung makan.

Jadi buang anggapan kalau berurusan samsat itu ribet dan merepotkan. Yang harus dibentuk sekarang dalam pikiran kita adalah persiapkan segalanya dengan baik, apalagi yang berurusan dengan kertas dan surat. Dan kalau sudah sampai di samsat, tidak ada ceritanya cuma berdiri atau duduk bengong tidak tahu harus bikin apa. Tapi harus TANYA, TANYA, dan TANYA!

Advertisements

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s