Flagship Satu-Dua Tahun Lalu Masih Menarik Sampai Sekarang?

Perkembangan smartphone yang pesat belakangan ini membuat kita kelimpungan mengikutinya. Apa yang heboh diluncurkan kemarin sudah tidak menarik lagi bulan depan. Kira-kira seperti itu analoginya. Karena itu, masih relevankah ponsel flagship yang dirilis satu-dua tahun lalu dipakai di tahun 2019? (2018 sisa beberapa hari saja).

Di antara mantan flagship adalah ponsel-ponsel JDM (Japanese Domestic Market). Tampaknya label JDM memang seksi. Tak hanya mobil atau motor, smartphone JDM saat ini ternyata laris juga diburu. Tapi apakah memang layak?

Ponsel JDM hampir pasti dipaketkan dengan operator domestik Jepang. Paling terkenal Docomo. Lainnya Softbank dan AU. Yang sering muncul di lapak penjual ponsel JDM adalah Docomo. Sampai di sini bundling dengan operator yang tidak resmi beroperasi di Indonesia sudah jadi deal breaker untuk meminang ponsel JDM, apalagi di era kekinian sekarang.

Namun kombinasi spesifikasi ciamik namun harga murah (murah, bukan terjangkau) mungkin bisa menepikan deal breaker tadi. Bayangkan saja. Prosesornya memang kelas atas, yaitu Snapdragon 820. Ini flagship 2016. Skor AnTuTu-nya di angka 130ribuan. Saat ini sudah bisa disaingi Snapdragon 636 yang di kelas menengah. Namun skor antutu cuma sedikit dari banyak faktor yang menegaskan prosesor flagship memang tetap unggul. Misalnya, gaming. Snapdragon 820 jauh lebih kencang dan nyaman dibandingkan prosesor menengah keluaran 2018.

Di antara ponsel JDM yang suka seliweran di lapak jual-beli adalah seri Xperia dari Sony. Lainnya ada Fujitsu dan Sharp. Ponsel yang terkenal di antaranya (dengan filter Snapdragon 820( Xperia X Performance, Xperia XZ, dan Sharp SH-04H. Ditambah logo Docomo melekat di bodi ponsel, harganya bisa makin terjangkau. 

Bicara soal kondisinya yang tertinggal dua tahun, ponsel JDM berprosesor 820 bukanlah pilihan buruk untuk 2018. Memang rasio layar masih jadul 16:9, yang artinya bezel masih tebal. Tapi karena ini flagship, ponsel-ponsel tersebut punya tampilan luar yang ciamik. Kekaguman semakin tinggi saat layar dinyalakan dan menikmati resolusinya. Layar bening dan jernih, resolusi pun full HD. Materialnya sendiri bukan asal bikin, terbuat dari kaca.

Jadi dengan RAM 3 GB dan internal storage 32 GB, (mantan) flagship ponsel JDM ini masih layak dilirik, setidaknya jadi ponsel cadangan. Mungkin selain deal breaker yang tadi sudah disebutkan, slotnya yang cuma menampung satu SIM card dan satu microSD (bukan dual SIM hybrid) bisa saja mengurungkan niat mereka yang sudah kesengsem dengan spesifikasi gahar ponsel JDM ini.

Advertisements

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s