Apa Keuntungan Menjadi In-House Translator Dan Penerjemah Freelancer?

Dua macam pekerja penerjemahan dibedakan dalam industri penerjemahan. Mereka adalah penerjemah karyawan (in-house translator) dan penerjemah freelancer. Kali ini akan dipaparkan mengenai keuntungan menjadi salah satu dari kedua tipe pekerja tersebut. Namun perlu diperhatikan bahwa keuntungan yang dipaparkan di sini bukanlah sesuatu yang kaku. Dengan kata lain, semua paparan ini dikembalikan kepada mereka yang melakoni salah satunya, entah itu penerjemah karyawan atau penerjemah freelancer. Karena apa yang dianggap suatu keuntungan di satu sisi belum tentu dirasa serupa oleh pihak lain.

Kita tinjau dulu in-house translator. Dengan menjadi penerjemah karyawan, sebuah sistem telah dibuat dan baku untuk kita. Tanpa harus bersusah payah, kita cukup menjalankan saja sistem tersebut dan berlaku sesuai ketetapan yang telah digariskan. Ini cocok sekali untuk mereka yang suka dengan keteraturan atau ketertiban, dan juga mereka yang merasa perlu untuk tertib namun kesulitan menata diri sendiri. Karena terkadang mematuhi aturan yang telah digariskan lebih gampang ketimbang berkomitmen mematuhi aturan yang dibuat sendiri.

Sebaliknya, penerjemah freelancer menawarkan jam kerja yang fleksibel yang tidak harus terpaku dalam waktu kerja yang kaku. Hari ini bekerja mulai pagi sampai siang, besok baru mulai kerja sore sampai malam, lusa malah dari pagi sampai malam. Fleksibilitas tersebut tergantung pada proyek yang dikerjakan dan kesepakatan penyelesaian proyek. Cara kerja seperti ini cocok bagi mereka yang sulit mengikatkan diri pada jam kerja yang kaku dan tetap.

Jika freelance translator punya jam kerja yang berubah-ubah sesuai kesepakatan dengan klien, kemungkinan besar menandakan pendapatannya ikut terkerek naik. Memang benar bahwa penerjemah freelancer tidak punya nominal tetap dalam urusan pendapatan. Semakin banyak proyek yang diperoleh jelas bahwa semakin besar nominal yang mereka terima. Jadi kalau tidak bekerja mengejar proyek penerjemahan, tentulah pendapatan yang diterima pun kecil atau malah tidak ada.

Penerjemah karyawan, di sisi lain, mendapatkan ketenangan pikiran bahwa mereka mendapatkan bayaran secara pasti. Biasanya akhir bulan. Bisa juga awal bulan. Dengan begitu mereka selalu mendapatkan bayaran yang bisa diandalkan. Mereka pun bisa merancang hal-hal di luar pekerjaan mereka itu berdasarkan pola pembayaran yang tetap seperti itu. Misalnya, liburan. Atau memenuhi hobi mereka. Namun in-house translator harus puas dengan nominal bayaran yang tetap. Tak peduli seberapa besar beban dan volume kerja mereka sepanjang bulan berjalan, bayaran yang akan mereka terima tetap tidak berubah.

Sampel Terjemahan 1

Contoh sampel penerjemahan English Indonesian Press Release Siaran Pers Sport Marketing

Arif Rakhman is a full time English > Indonesian translator that works 18 hours a day and 7 days a week. You can contact him directly on WhatsApp platform by clicking/tapping on this link bit.ly/translaterjemahan and through email at arifrakhmantranslator@gmail.com

 

Advertisements

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s