Aerox 155 VVA R Version M Series

Aerox 155 Skutik Yamaha Paling Diremehkan Sendiri Di Kesunyian

Yamaha Aerox 155 merupakan skutik paling diremehkan tahun ini. Indikasi tersebut tampak dari perkembangan di dunia maya, utamanya media sosial populer termasuk Facebook dan YouTube.

Yamaha Aerox 155 tak pernah mendapat ungkapan kekaguman yang seakan-akan menyundul langit. Ungkapan-ungkapan yang terdengar bombastis ditujukan untuk memicu dan mempertahankan momentum dan euforia. Yamaha Aerox 155 pun dianggap tak akan bisa menyapu bersih dominasi di segmennya, ekspektasi terasa dijaga tetap standar atau rendah.

Singkatnya, Yamaha Aerox 155 tak mampu menyulut pembicaraan sehingga seakan-akan mulutnya berbusa-busa penuh kekaguman dan puja-puji setinggi langit.

Meskipun demikian, kendati telah dimatikan secara terstruktur, sistematis, dan masif, Aerox 155 nyatanya masih tetap eksis.
Eksistensi Aerox 155 tidak ditolong siapa-siapa, selain si Aerox 155 itu sendiri.

Pertama adalah lampu otomatis menyala di speedometer. Maksudnya adalah indikator VVA telah aktif. Aerox 155 memang dibekali mesin canggih performa dahsyat. Dengan VVA Aerox 155 bisa melesat tidak seperti skutik kebanyakan yang “santun di jalan” karena performa yang medioker.

Belum cukup di situ. Aerox 155 juga memiliki rasio tenaga terhadap bobot tertinggi di antara rival-rivalnya tak sanggup menandingi Aerox 155.

Padahal Aerox 155 sudah sangat gambot. Gemuk. Berkat bodi maskulin khas maxiscooter dan pelek lebar berbungkus ban tapak lebar. Itu dimaksudkan tak lain agar performa melesat Aerox 155 tidak dinodai bodi yang limbung saat melaju.

Belum cukup di situ, Aerox 155 pun dibekali suspensi ber-subtank untuk kenyamanan berkendara. Tetap stabil di kecepatan tinggi namun tetap optimal meredam guncangan saat melaju di jalanan yang tidak mulus.

Dengan semua keunggulan tersebut, jangan heran kalau Aerox 155 tetap layaknya pahlawan kesunyian. Sepi. Hening. Tak terdengar hingar-bingar. Hingga akhirnya Kulari ke pantai.

Itu karena Aerox 155 tak punya pemandu sorak. Tak ada tim horeee. Tak ada skuat yang berbusa-busa menyemburkan pujian keberadaannya. Aerox 155 hanya mengandalkan yang ada di dirinya sebagaimana telah ditulis di atas.

One comment on “Aerox 155 Skutik Yamaha Paling Diremehkan Sendiri Di Kesunyian

  1. Aku punya dua. Merah dan hitam. Larinya sing ada lawan. Apalagi pas lampu merah nyala. Wussss…. yg lain se kecamatan di belakang.

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s