Penerjemah Indonesia Realme XT FreeGo himpunan penerjemah Indonesia

Pelajaran Hari Ini: Arli Kurnia

Memiliki rumah idaman adalah impian setiap orang. Namun terkadang kenyataan tak semanis harapan. Setelah lama mengangsur yang menurut kita sudah hampir lunas yang berarti sebentar rumah tersebut benar-benar jadi milik kita, ternyata hutang pokok baru sedikit saja dilunasi.

Mas Arli Kurnia menjelaskan bahwa ada istilah yang disebut dengan bunga anuitas. Dalam paparannya, nilai bunga tertinggi dibebankan di awal-awal angsuran lantas menurun di akhir-akhir masa mengangsur.

Mas Arli Kurnia melanjutkan uraiannya bahwa jika tak sanggup melanjutkan angsurannya, bisa menyatakan diri tak sanggup meneruskan dan rumah itu bisa dijual. Kelak jika ada pembeli, maka pembeli itu yang akan meneruskan sesuai akad terpisah yang dilakukan si pembeli baru itu.

Mas Arli Kurnia mewanti-wanti bahwa jika belum sanggup memiliki rumah, jangan memaksakan. Hal ini didasarkan pada penghasilan/pendapatan. Karena itu rumah sebagai salah satu kemauan harus seirama dengan kemampuan yaitu kesanggupan kita membayar. Kuncinya adalah: turunkan kemauan (jangan ketinggian/kemahalan rumahnya) naikkan pendapatan (agar bisa menjangkau kemauan).

Jika kemauan dan kemampuan selaras, maka itulah kondisi ideal yang diharapkan semua orang. Mas Arli Kurnia memaparkan bahwa kunci meningkatkan pendapatan adalah dengan berjualan. Dan harus dipahami berjualan tidak hanya menawarkan produk fisik. Kita menawarkan jasa pun termasuk berjualan. Dengan berjualan pun mas Arli Kurnia mempraktikkan standarnya, yaitu tiap tahun pendapatannya harus naik 10x lipat. Bukan sombong, demikian menurut mas Arli Kurnia, namun sebagai bentuk ikhtiar. Jika tidak tercapai harus lebih keras dan gigih berusaha.

Solusi memiliki rumah tanpa tercekik utang mengangsur yang menyedot pendapatan, demikian saran mas Arli Kurnia, adalah membangun rumah. Dari tanah dulu, silakan survei harga tanah di berbagai lokasi berbeda. Berikutnya siapkan bertahap kebutuhan membangun rumahnya: material, semen, kayu, juga besi.

Lihat paparan lengkap mas Arli Kurnia tentang tulisan di atas dalam rekaman live streaming YouTube di bawah ini:

Advertisements

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s