Ayrton Senna Bertitah: Tentang Balapan dan Bahaya

Ayrton Senna, dianggap sebagai pembalap terbaik dalam sejarah Formula Satu, tidak hanya pembalap terbaik legendaris. Senna juga menginspirasi, mendorong banyak orang merintis jejaknya. Di samping itu, kata-katanya pun memotivasi, meskipun terkadang terdengar arogan dan angkuh.

Senna adalah pembalap yang ambisius dan tidak suka dikalahkan. Namun Senna senang bersaing secara kompetitif bukan mengandalkan faktor non-teknis, seperti yang pernah kritisi secara terbuka mengenai Alain Prost.

Senna tentang menjadi nomor dua:

Berada di posisi kedua berarti menempati posisi pertama yang merasakan kekalahan. Aku tidak mau di posisi dua atau bahkan tiga. Aku hanya mau juara!

Senna tentang memiliki idola:

Aku tidak mengidolakan siapa-siapa. Aku cuma mengagumi kerja keras, ketekunan, dan kompetensi.

Senna tentang dunia balap:

Balapan, persaingan sudah jadi bagian hidupku. Sudah mendarah daging. Paling dominan di diriku dibanding semua hal lainnya dari diriku.

Senna juga tidak takut bahaya, menyebut bahaya sesuatu yang seru dan menyenangkan. Jika bahaya dirasa sudah tak menarik lagi, Senna merasa perlu mencari tantangan baru yaitu menemukan bahaya lain yang lebih seru.