Obatnya Habis, Makanya Ngamuk Lagi

Kalau di sini tak bakal ada yang tahu. Tapi lebih baik dijelaskan saja kalau obatnya sudah habis. Makanya ngamuk lagi. Mulai kumat ngamuknya. Mengerikan sekali kalau obatnya sudah habis. Akan main playing victim. Padahal mulutnya yang comberan. Busuk dan penuh bisa ular. Membalikkan kata-kata agar yang kehabisan obat itu dianggap korbannya. Agar dapat simpati dari banyak orang.

Kalau obat sudah habis dan perlu disuntik lagi, perlu segera dikurung lagi. Kalau dipasung terlalu kejam, cukup dikerangkeng saja. Sambil menunggu obat dan suntikannya datang, memang harus dikendalikan. Agar tidak menimbulkan kerugian. Kan sayang kalau gelas-gelas kristal dan lampu kaca dari Swarovski hancur hanya karena orang kumat yang obatnya habis dan belum disuntik.

Semoga saja obat habis dan belum disuntik tidak berdampak ke pikirannya. Tambah mumet kalau obat habis dan belum disuntik tapi stres yang selama ini mengimpit pikiran tidak dikeluarkan. Bisa-bisa tambah parah HALU-nya dan bikin Kerajaan Empire apa lagi nanti.

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s