Pelajaran Penting Untuk Suporter Indonesia Yang Kamseupay

Suporter Indonesia, entah bagaimana mulanya, senang sekali memelihara kebencian dan permusuhan kalau sudah berurusan dengan pertandingan Derby. Entah itu tim sekota, se-provinsi, se-pulau, atau memang musuh bebuyutan, mereka terbiasa menjaga permusuhan itu melampaui 90 menit waktu pertandingan.

Ini sangat jauh berbeda di English Premier League. Di sana rivalitas abadi selalu tersaji. Mulai dari Derby London Utara antara Arsenal dan Tottenham Hotspur. Ada pula Derby klasik pengusung warna merah antara the Reds vs the red Devils. Di laga tersebut permusuhan kental terasa. Tapi hanya selama 90 menit.

Bahkan sesi pemanasan pun jauh dari gangguan suporter lawan. Mereka tidak mengusik secara fisik, kecuali sekadar Booo.

Berbeda di liga Indonesia. Tim lawan tidak diperkenankan mencoba lapangan jika pertandingan derby yang diadakan. Katanya polisi tidak mau ambil risiko karena suporter tuan rumah sangat barbar dan beringas.

Heran… Yang seperti ini katanya sepakbola untuk hiburan masyarakat.

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s