Terkadang Jadi Anti-Mainstream … Itu Baik!

Anti mainstream terkesan melawan arus. Dikesankan suka melanggar aturan karena tidak puas dengan aturan yang sudah dibuat, dan lebih banyak dengan aturannya sendiri.

Namun sebenarnya tidak mesti seekstrem itu juga. Anti mainstream bisa saja mereka yang tidak mengikuti selera mayoritas. Contohnya seperti dua benda ini.

Pisang berbintik kaya antioksidan skutik Suzuki Hayate cari penerjemah ecstar translator
Pisang berbintik di atas Suzuki Hayate

Pasar skutik disesaki oleh skutik-skutik buatan Honda. Banyak dari mereka memilih skutik Honda karena orang penting mereka sudah memilih Honda. Ini yang disebut mengarus. Mengikuti selera mayoritas. Padahal kalau mau sedikit melakukan pencarian di internet, ada skutik yang lumayan terjangkau harga sekennya. Dalam artian dana bisa dihemat atau digunakan untuk membeli aksesori. Karena harga untuk menebus satu unit Hayate itu (seken tentunya) belum cukup menebus skutik seken merek sebelah (tahun lebih lama pula).

Kedua tentang buah pisang. Dalam memilih buah pisang, hampir semua orang cenderung pada buah pisang yang kulitnya mulus dan bersih. Ya namanya juga penampilan luar harus bisa menarik hati orang yang melihatnya.

Padahal konon katanya pisang yang berbintik itu mengandung banyak antioksidan. Namun mungkin karena sudah enggan duluan melihat penampakannya yang kurang menarik, orang mengabaikan pisang berbintik. Jadilah orang banyak mengabaikan pisang berbintik. Jadilah harganya dibikin lebih murah agar lebih memikat pembeli.

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s