Perbedaan Ketahanan Pangan Dan Kedaulatan Pangan

Ketika isu pemanasan global dan perubahan iklim semakin kencang diembuskan, maka isu yang turut ditimbulkan adalah soal ketersediaan pangan. Memang iklim sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, organisme yang memasok makanan bagi organisme lainnya, terutama manusia. Tentu saja kalau pertumbuhan tanaman terganggu, maka pasokan pangan pun bisa terdampak, yang akhirnya menyebabkan manusia bisa saja kekurangan pangan.

Di antara isu-isu yang sering disampaikan menyikapi ketersediaan pangan adalah ketahanan pangan. Selain itu, ada pula istilah kedaulatan pangan. Sama-sama berakhiran pangan, adakah sebenarnya perbedaan antara kedaulatan dan ketahanan pangan?

Ketahanan pangan mengacu pada upaya suatu negara menjaga ketersediaan pangan bagi warganya. Sumbernya bisa berasal dari mana saja. Dan karena sepertinya impor merupakan opsi paling mudah, maka ketersediaan pangan paling mudah dilakukan dengan mengimpor.

Kedaulatan pangan, di sisi lain, tidak seperti itu. Sama-sama bertujuan menjamin ketersediaan pangan bagi warganya, kedaulatan pangan menekankan pada menghadirkan pangan dengan upaya dan cara-cara sendiri secara mandiri. Singkatnya, kedaulatan pangan menyediakan pangan bagi warganya dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada di negara tersebut.

Contoh kedaulatan pangan yang pernah terjadi di Indonesia adalah pada masa pemerintahan mbah Harto yang berhasil mewujudkan swasembada beras dan bahkan sampai mengekspor ke luar negeri.

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s