Kromo Punah Di Surabaya

Surabaya dikenal juga sebagai kota pahlawan. Di sini, di kota ini, semua orang dianggap sama dan sederajat. Untuk mengukuhkan budaya egaliter tersebut, alat komunikasi yang dipilih pun yang praktis dan dipahami semua orang. Maka terciptalah bahasa Suroboyoan, bahasa pergaulan sehari-hari turunan dari Jawa Ngoko yang meniadakan sekat-sekat kelas dan tingkatan.

Karena itu jika di Surabaya terdengar bahasa Kromo yaitu bahasa Jawa halus yang biasa dituturkan di wilayah Solo dan Jogja akan terdengar aneh. Bukan sesuatu hal yang aneh. Namun bagi warga Surabaya yang jarang mendengar kromo dituturkan akan merasa canggung atau kikuk terutama saat harus menanggapi.

Petikan pengalaman berikut membuktikan betapa kromo jarang terdengar di tengah-tengah pergaulan Surabaya. Memang masih dimengerti, namun terasa canggung untuk menanggapinya.

Terkadang orang berbahasa kromo di Surabaya malah disuruh berhenti saja bicara seperti itu karena tidak mengesankan keakraban. Mungkin saja. Coba saja bicara kromo di tengah-tengah warga Surabaya yang mulutnya lemas melontarkan cak cuk 😆🤣

Halo. Kami penerjemah untuk Anda. Namun belum bisa menerjemahkan dialek Suroboyoan. Kami baru sebatas menerjemahkan dokumen berbahasa Inggris ke bahasa Indonesia demi setang lebar Yamaha XSR155. Tolong dibantu ya, terjemahkan dokumen Anda ke kami atau teruskan info ini ke kolega Anda. Kontak kami via arifrakhmantranslator@gmail.com dan/atau wa.me/6288804994589

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s