Deal Breaker Xperia XZ1

Punya prosesor (mantan) flagship dan layar sangat kinclong serta kamera slo-mo yang dahsyat (setelah upgrade ke Android 9 Pie) tidak lantas membuat Xperia XZ1 otomatis best buy yang termasuk barang must-have. Tulisan kali ini tentang Xperia XZ1 berupaya obyektif agar benar-benar yakin membeli Xperia XZ1, bukannya berakhir kecewa dan getun, kalau kata orang Jawa. Ya, dongkol!

Melihat ponsel kekinian yang rajin ditelurkan produsennya, maka kekurangan mencolok Xperia XZ1 adalah layar yang mungil. Mungkin bagi sebagian orang, layar 5,2 inch Xperia XZ1 terasa pas dan ideal. Namun di tengah kebutuhan multimedia yang terus meningkat, utamanya aktivitas kerja/belajar dari rumah, layar full-view yang semakin lapang akan memanjakan kegiatan menonton. Dan itu sayangnya tidak bisa dipenuhi Xperia XZ1.

Selanjutnya adalah kapasitas baterai. Xperia XZ1 hanya dibekali baterai 2700 mAh. Sangat kecil sekali untuk standar 2020. Bahkan yang berukuran 3000-4000 pun masih dianggap kurang. Memang prosesor Snapdragon 835 yang ditanam di Xperia XZ1 terkenal irit daya. Namun tetap saja tidak akan sanggup menunjang kegiatan seharian sekali pengisian baterai.

Desain Xperia XZ1 pun bisa bermasalah. Bukan buruk, tentu saja. Namun demi mengejar ponsel yang ‘bersih’ depan dan belakang, sensor sidik jari harus mengalah. Letaknya dijadikan satu dengan tombol power. Yang terbiasa dengan sensor sidik jari di punggung atau dalam layar pasti bakal kagok dan canggung. Dan cara membuka ponsel dengan sensor sidik jari di Xperia XZ1 pun tidak seinstan ponsel bersensor sidik jari pada umumnya. Kita harus menekan pelan tombol power sambil mengenalkan sidik jari kita untuk membuka Xperia XZ1.

Kekurangan lain Xperia XZ1 yang menghalanginya dibeli calon pembeli adalah persoalan garansi. Ini tidak hanya soal layanan resmi purnajual. Lagipula ponsel bergaransi resmi pun kalau sudah habis masa garansinya (paling lama dua tahun) mungkin tidak semudah ponsel yang lebih baru. Namun berhubung Xperia XZ1 didatangkan utuh dari Jepang, sebagian orang yang enggan merasa akan susah menemukan suku cadang atau tempat servis.

Terakhir adalah bloatware di Xperia XZ1 parah gilak! Hanya ponsel Pixel dan Android One yang mungkin minim bloatware. Khusus Xperia XZ1, sudah banjir bloatware di mana-mana, itu pun cuma bisa digunakan di Jepang atau setidaknya disajikan dalam aksara Kanji. Entahlah kalau Xperia XZ1 versi global yang harganya jauh lebih mahal dibandingkan Xperia XZ1 bundling operator Jepang.

2 comments on “Deal Breaker Xperia XZ1

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s