Mencari Keadilan Untuk Mbah Minto

Pandemi CoViD-19 telah berdampak begitu luas. Satu di antara yang begitu terasa adalah mudik. Demi memutus penularan Corona, warga perantauan diimbau agar tetap di lokasinya bekerja dan tidak pulang kampung dulu ke daerah kelahirannya. Imbauan tersebut diikuti oleh banyak video “sersan-serius tapi santai” agar pesannya lebih mengena sehingga diharapkan lebih berdampak demi tercapainya tujuan pencegahan mudik.

Satu di antara begitu banyak video imbauan jangan mudik adalah tentang simbah yang ditelepon anaknya justru melarang anaknya untuk mudik. Khawatir si anak menulari, simbah hanya meminta yang penting uangnya sampai ke rumah simbah. Video tersebut begitu viral di mana-mana – YouTube, grup WhatsApp hingga Instragram – sehingga mendorong gubernur Jawa Tengah mengadakan obrolan langsung dengan pemerannya.

Diketahui pemeran simbah dalam video imbauan itu adalah Mbah Minto yang tinggal di Klaten. Mbah Minto diajak oleh si pembuat konten untuk membuat video imbauan jangan mudik.

Dikutip dari Detikcom Mbah Minto mendapatkan upah atas perannya di video imbauan jangan mudik, yang besarnya dua puluh ribu Rupiah. Ya 20.000 Rupiah! Padahal video yang melibatkan Mbah Minto di dalamnya sukses mendatangkan lonjakan subscribers si YouTubers maupun followers Instagramnya. Memang Mbah Minto juga dijanjikan THR oleh gubernur Jawa Tengah, sebagaimana diwartakan oleh Detikcom juga. Namun itu belum cukup. Mbah Minto seharusnya mendapatkan bagian yang setara dengan si YouTubers.

Memang Mbah Minto tidak terlibat di dalam proses kreatif video imbauan jangan mudik tersebut. Namun kehadiran Mbah Minto di dalam video tersebut jadi sebab terbesar video imbauan jangan mudik tersebut meledak dan meraup banyak penonton dan pemirsa. Ini belum termasuk bertambahnya pengikut Instagram si YouTubers, berikut endorse-endorse yang biasanya mengiringi lonjakan followers Instagram.

Hal semacam itu bisa dikenal sebagai image right. Yaitu hak yang harus ditunaikan jika memanfaatkan bagian yang identik dengan seseorang. Dalam kasus Mbah Minto, dirinya secara utuh hadir dalam video. Bahkan termasuk suaranya. Jelas secara hukum jika video tersebut dimonetisasi atau dikomersialkan, Mbah Minto harus mendapatkan pembagian yang adil dan sepadan.

Kini kita cuma bisa menunggu itikad baik si konten kreator. Bahwa ia mau sadar bahwa di dalam popularitas yang diraih videonya yang melibatkan Mbah Minto maka ada hak Mbah Minto juga di sana. Jangan hanya karena Mbah Minto cuma orang desa, Mbah Minto juga merasa puas hanya melihat orang lain bahagia melihat videonya, si YouTuber juga diam saja tidak memberikan hak Mbah Minto.

Jadi kepada mas YouTuber, sudi kiranya berlaku adil kepada Mbah Minto. Jangan karena sudah membayar 20.000 Rupiah kepada Mbah Minto, anda sudah merasa kewajiban anda gugur. Kita semua sudah tahu video yang anda unggah di kanal YouTube anda dimonetisasi sehingga ada pendapatan AdSense.

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s